Dina (10th) adalah seorang pengemis yang kelaparan di tengah jalan. Ketika Putri Rani (10th) melewati pasar dan melihat dia, Putri Rani jadi iba dan meminta Raja untuk menjadikan Dina sebagai pelayan pribadinya. Awalnya Raja dan Ratu menentang tapi Dina mengiba kepada Putri Rani hingga membuat Putri Rani merayu Raja. Raja pun mengizinkan.
Ternyata Dina bukan anak yang baik, ia suka mencuri barang-barang di pasar bahkan barang milik Putri Rani, majikannya. Tak ada yang tahu kebiasaan mencuri Dina sampai suatu hari Putri Rani memergoki Dina hendak mengambil pusaka kerajaan yaitu Buku Perak yang diletakkan dalam cawan emas. Putri Rani mengejar Dina namun sayang Dina sudah berhasil mencuri pusaka kerajaan itu dan memberikannya kepada seorang Kakek Pertapa. Ternyata Kakek Pertapa itu ingin menguasai kerajaan, ia memberikan sejumlah emas kepada Dina.
Kakek Pertapa lalu mengusir raja karena pusaka kerajaan sudah di tangannya, menurut peraturan, siapa yang memegang pusaka kerajaan, dialah yang berhak menjadi raja. Raja dan Ratu menolak. Kakek Pertapa mengeluarkan anak buahnya, landak raksasa hingga pasukan banteng berbaju zirah untuk menyerang kerajaan, Raja mengerahkan pasukannya untuk melawan. Terjadi pertarungan yang seru,
Putri Rani meminta bantuan kepada Burung Hantu Penunggu Hutan yang sakti untuk membantu kerajaan. Burung Hantu Penunggu Hutan lalu mendatangi istana dan mengutuk Dina menjadi seekor keong emas. Dina menangis dan minta dibebaskan, Burung Hantu Penunggu Hutan bilang, Dina hanya bisa menjadi manusia kembali kalau dia sudah bisa merebut kembali pusaka kerajaan yang dicuri. Sementara itu, Raja mengalami kekalahan dan terdesak, Burung Hantu Penunggu Hutan menyelamatkan Raja dan berubah menjadi besar, Burung Hantu Penunggu Hutan lalu bertarung dengan kakek pertapa, Kakek Pertapa jahat hampir menang. Di saat genting itu, Cakar Burung Hantu Penunggu Hutan terlepas saat di hantam Kakek Pertapa, Putri Rani memungut dan menggunakan cakar sakti itu untuk mengubur kerajaan agar kerajaan tidak direbut Kakek Pertapa. Effect : Perlahan-lahan, kerajaan tenggelam ke dasar bumi/menghilang. Sementara itu, Kakek Pertapa kabur entah kemana.
Putri Rani meminta maaf kepada Burung Hantu Penunggu Hutan karena sudah lancang menggunakan cakar sakti Burung Hantu Penunggu Hutan demi menyelamatkan kerajaan, Burung Hantu Penunggu Hutan pun menyihir Putri Rani menjadi Putri abadi, Putri Rani akan tetap kecil meskipun sudah ribuan tahun. Putri Rani dan Dina keong mas harus menjaga kerajaan yang tersembunyi di dalam tanah. Yang bisa mengembalikan kerajaan hanyalah seorang anak lelaki yang datang ke hutan itu dan mempunyai luka bintang di dahinya.
Ratusan tahun kemudian, hutan itu sudah berubah, nampak Putri Rani yang bajunya sudah usang, sedang mencari buah-buahan untuk dimakan. Dina Keong Mas yang berukuran setelapak tangan, menemani Putri Rani menunggu anak lelaki yang mempunyai tanda bintang di dahi. Sampai suatu hari, ada rombongan anak-anak SD yang hendak berkemah di hutan itu. Salah satunya bernama Bima, Bima inilah yang mempunyai tanda bintang di dahi, Bima selalu dikerjai oleh teman-temannya, saat mengambil air, Bima dibuat nyasar hingga terperosok ke dalam jurang. Putri Rani yang sudah lama di hutan menjadi dekat dengan binatang hutan, Putri Rina memanggil gajah besar, gajah itu lalu mengangkat Bima ke pundaknya, Putri Rani menolong Bima, Dina si Keong Mas mengeluarkan cairan dari dalam dirinya yang berguna sebagai obat. Setelah Bima sadar, Putri Rani baru sadar kalau Bimalah anak lelaki yang selama ini dicari. Peri Hutan lalu muncul dan memberikan penjelasan kepada Bima dan Putri Rani.
Untuk mengembalikan kerajaan, Putri Rani, Bima dan Dina si Keong Mas harus mencari gowa Kakek Pertapa jahat, di dalam gowa itulah ada petunjuk dimana Kakek Pertapa menyembunyikan buku pusaka kerajaan. Di Goanya, Kakek Pertapa sudah menjadi batu karena terlalu lama bertapa, namun ternyata Kakek Pertapa berubah menjadi Ular Kobra yang menghalangi niat Putri Rani. Terjadi pertarungan seru antara naga jahat dengan Putri Rani dan Bima. Bima yang terdesak mengambil pedang sakti, Dian Keong Mas menyuruh Bima memotong ekor Ular, setelah ekor ular putus, Ular berubah menjadi abu. Putri Rani menemukan peta menuju buku pusaka kerajaan. Yang bisa membaca peta itu hanya Dian si Keong Mas. Dina keong mas mengatakan bahwa buku Pusaka itu disimpan di atas danau Pelangi yang ada di gunung terlarang.
Maka berlanjutlah pertualangan seru mereka. Dian si Keong Mas memberikan petunjuk-petunjuk, ia selalu digendong oleh Putri Rani. Mereka melewati padang gersang yang panas dan harus berhadapan dengan monster kaktus. Setelah itu mereka berjalan ke dalam hutan lebat, Putri Rani memanggil Gajah temannya untuk melewati lumpur yang menghampar. Di tengah hutan mereka dihadang oleh pasukan suku perempuan hutan, yang melempari mereka dengan panah. Bima ditangkap oleh mereka, Putri Rani berusaha untuk membebaskan namun tertangkap juga. Mereka mau direbus dalam kuali, dinyanyikan dan dikelilingi. Dina si Keong Mas meminta tolong tapi suaranya tak terdengar, Dina lalu melompat ke tangan pimpinan suku perempuan hutan, Dina bilang, biar dia yang direbus dan Dina minta supaya Putri Rani dan Bima dibebaskan, pimpinan suku setuju, Dina pun dimasukkan dalam panci rebusan, anehnya Dina malah berubah kembali menjadi manusia.
Putri Rani bilang, ini pasti karena pengorbanan Dina. Mereka pun berhasil meloloskan diri setelah Bima, Dina dan Putri Rani bertarung dengan pedang dan tongkat. Mereka lari tapi kejeblos ke dalam lorong. Mereka jatuh masuk ke dalam lorong itu dan menemukan kerajaan yang hilang. Kerajaan Putri Rani masih sama seperti dulu namun semuanya Frezee, membeku, Putri Rani kangen sama Ayah dan Ibunya. Bima tiba-tiba kesakitan sampai berguling di tanah, ternyata tanda bintang di dahinya bersinar terang dan cahayanya membuka pintu di singgasana. Pintu itu menuju ke danau Pelangi. Benar saja, mereka melihat buku pusaka melayang-layang di atas cawan. Saat Putri Rani hendak mengambilnya, mereka dihadang oleh monster buaya. Bima yang sudah jadi pemberani melawan mereka. Putri Rani pun berhasil mengambil buku pusaka. Dalam sekejap, di atas tanah muncul perlahan-lahan kerajaan yang hilang. Raja, Ratu dan penghuni kerajaan yang membeku kembali normal, Putri Rani pun bersatu lagi dengan keluarganya. Dina minta maaf dan dia pun diangkat lagi jadi pelayan.
Bima diantar pulang oleh permadani kerajaan. Sementara itu di perkemahan, teman-teman dan guru Bima mencari-cari Bima. Bima pun kembali dengan selamat, teman-teman Bima minta maaf sama Bima karena sudah jahil, Bima memaafkan dan berjanji akan jadi anak pemberani.
Pemain
Natasya Wilona, Shania, Chairil, Ike Rosita, Risfi, Heri Bule