|
KEMALA adalah seorang anak dari keluarga miskin. Jangankan untuk membeli mainan yang mahal, baju yang dipakai KEMALA sehari-hari juga sangat lusuh. Karena itu KEMALA sering mendapat ejekan dari teman-temannya. Saat KEMALA ingin melihat mainan baru yang dimiliki oleh RIKO,temannya, KEMALA diusir. Hal ini membuat KEMALA sedih dan mengadukannya kepada kedua orang tuanya. KEMALA juga menginginkan mainan seperti anak-anak yang lain. Kedua orang tua KEMALA membesarkan hati KEMALA bahwa jika menginginkan mainan baru, KEMALA harus menabung dan bekerja membantu kedua orang tuanya. KEMALA yang sering mendapat nasehat yang sama malah marah dan bertanya kenapa kedua orang tuanya miskin tidak seperti orang tua anak-anak yang lain. KEMALA kemudian pergi meninggalkan rumah dengan marah. Kedua orang tua KEMALA sangat sedih melihat kelakuan anaknya.
KEMALA kemudian pergi ke tengah kampung. Saat itu Kemala melihat kerumunan anak-anak yang ternyata sedang mengerjai seorang Kakek tua. KEMALA yang sebenarnya adalah anak baik, kemudian mengusir anak-anak yang mengganggu Kakek. Kakek sangat berterimakasih karena sudah ditolong oleh KEMALA. Kakek mengatakan bahwa dia akan mengabulkan permintaan KEMALA sebagai balas budi kepada KEMALA. Dengan senang hati KEMALA mengatakan bahwa dia ingin kaya. Kakek kemudian mengeluarkan sarung tangan berwarna emas dari dalam tasnya. Kakek mengatakan bahwa dengan memakai sarung tangan itu, semua benda yang disentuh KEMALA akan berubah menjadi emas. Satu syarat yang diingatkan oleh Kakek bahwa sarung tangan itu harus dilepas ketika tidur, karena jika sarung tangan tidak dilepas, maka sarung tangan itu tidak akan terlepas selamanya. KEMALA senang karena saat dia memakai sarung tangan emas dan memegang batu, batu itu benar-benar menjadi emas. Sang Kakek kemudian menghilang. KEMALA kemudian pulang ke rumah dengan hati senang dan membawa pulang batu yang sudah menjadi emas.
Kemala kemudian menceritakan apa yang telah dialaminya kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua KEMALA tidak percaya, tetapi setelah KEMALA mengubah gelas menjadi emas dengan menggunakan sarung tangan emas, kedua orang tua KEMALA sangat senang. Kedua orang tua KEMALA kemudian menjual emas-emas itu ke pasar. KEMALA sangat senang karena sejak saat itu dia menjadi anak orang kaya. KEMALA berubah menjadi sombong. KEMALA sangat menjaga sarung tangan emasnya. Tetapi suatu saat KEMALA lupa untuk melepas sarung tangan saat tidur. Keesokan harinya sarung tangan tidak bisa terlepas. KEMALA bingung bagaimana cara melepasnya. Kedua orang tua KEMALA yang mencoba membantu membuka sarung tangan, malah berubah menjadi emas. KEMALA menangis sejadi-jadinya dan bingung harus bagaimana. KEMALA bertambah bingung saat dia mau makan dan minum, makanan dan minuman yang akan dimakan berubah menjadi emas. KEMALA kemudian teringat dengan kakek tua yang memberikan sarung tangan emas itu kepadanya. KEMALA kemudian pergi untuk mencari kakek tua dan bertanya bagaimana mengembalikan kedua orang tuanya seperti semula.
Ternyata untuk mencari kakek tua yang memberikan KEMALA sarung tangan emas tidaklah mudah. KEMALA harus melalui banyak sekali rintangan. Apalagi setelah orang-orang yang bertemu dengannya melihat keajaiban dari sarung tangan emas yang dipakai oleh KEMALA, KEMALA menjadi rebutan. Bahkan orang-orang saling berkelahi untuk memperebutkan KEMALA. KEMALA kemudian dipaksa untuk mengikuti pemenang perkelahian yang ternyata adalah perampok. KEMALA tidak mau dan mendorong ketua perampok itu. Ketua perampok berubah menjadi emas. Melihat hal itu, anak buah perampok marah dan berniat membalas KEMALA. KEMALA ketakutan, tetapi untunglah ada seorang pemuda bernama JALI yang menolong KEMALA mengalahkan anak buah perampok. JALI yang kasihan setelah mendengar cerita KEMALA kemudian menemani KEMALA mencari Kakek Tua.
Setelah berbagai pengalaman yang dia alami, KEMALA sangat berhati-hati dalam menyentuh benda-benda atau orang yang ada di sekelilingnya. KEMALA tidak mau dia berbuat kesalahan lagi. JALI juga sangat melindungi KEMALA, karena JALI juga mempunyai keluarga yang selama ini hilang. Bersama dengan JALI, KEMALA mengalami berbagai macam kesulitan. Misalnya saja dia harus beberapa kali bertemu dengan binatang buas. Bahkan KEMALA hampir saja dimangsa oleh binatang buas jika saja JALI tidak segera menolong. Bukan itu saja, KEMALA juga pernah membuat kesalahan fatal yaitu membuat mata air yang menjadi tumpuan sebuah kampung berubah menjadi emas. Akibatnya warga kampung kesulitan mendapatkan air dan melampiaskan kemarahannya kepada KEMALA. JALI langsung membawa KEMALA pergi.
Berhari-hari JALI dan KEMALA mencari kakek tua dari satu tempat ke tempat yang lain. Tetapi JALI dan KEMALA tidak juga menemukan kakek tua. JALI dan KEMALA hampir saja berputus asa. Hingga KEMALA dan JALI tiba di suatu kampung. Para warga kaget karena KEMALA memakai sarung tangan emas. Ternyata di kampung itu, banyak yang mempunyai sarung tangan seperti sarung tangan emas milik KEMALA. Bedanya sarung tangan itu ada yang terbuat dari perak, dari besi, dari air, dari api atau bahan-bahan yang lain. Kakek tua adalah kepala dari kampung itu. Ternyata kakek tua sekarang sedang di culik oleh raja jahat. Raja ingin menguasai seluruh sarung tangan buatan kakek tua, tetapi kakek tua tidak mau menyerahkan kemudian kakek tua ditangkap oleh raja jahat.
JALI dan KEMALA kemudian pergi ke tempat raja jahat dan berusaha membebaskan kakek tua. Penduduk kampung sudah ketapel ajaib. Ternyata untuk sampai ke istana raja jahat, JALI dan KEMALA harus menghadapi penjaga istana. Penjaga istana itu berupa makhluk-makhluk aneh misalnya singa yang mempunyai sayap dan makhluk lainnya. Tetapi dengan kegigihan JALI dan KEMALA serta bantuan dari sarung tangan ajaib, akhirnya JALI dan KEMALA berhasil sampai di istana dan membebaskan kakek tua setelah mengalahkan raja jahat terlebih dahulu. Kakek tua sangat berterima kasih. Kakek tua kemudian mengambil sarung tangan emas milik KEMALA dengan menyiramnya dengan air suci. Sarung tangan KEMALA lepas dengan sendirinya. KEMALA ingin orang tuanya kembali seperti semula. Kakek tua mengatakan dengan menghancurkan sarung tangan emas itu, maka semua benda yang sudah berubah menjadi emas akan kembali seperti semula. Dengan begitu KEMALA akan kembali miskin. KEMALA lebih menginginkan kedua orang tuanya kembali seperti semula. Kakek tua kemudian menghancurkan sarung tangan emas. Semua barang-barang yang pernah diubah menjadi emas oleh KEMALA, berubah seperti semula. KEMALA berubah menjadi anak baik dan tidak pernah mengeluh kalau dia miskin.*** |