|
LILI adalah anak yang paling miskin dan selalu dihina di sekolah SD suka-asih. Tiap hari teman-temannya, terutama ONI mengejek bajunya yang kucel dan banyak sobekan. Walaupun dia pintar, tapi tiapkali ada kegiatan sekolah selalu tidak diikutsertakan, karena teman-temannya tidak ada yang mau gabung dengan LILI. Sementara ONI juga suka menjahili PAK KARTA, namun LILI selalu menolong PAK KARTA. Bahkan setiap kali LILI memmpunyai makanan, LILI selalu membagikannya pada PAK KARTA. PAK KARTA selalu berterima kasih pada LILI, karena hanya LILI-lah anak yang baik padanya di sekolah. Karena itulah, ONI semakin benci dengan LILI. PAK KARTA, tukang permadani terbangdi sekolah yang agak misterius ternyata salah satu abdi raja khayangan dan mempunyai kekuatan di sapunya, menemukan LILI sedang sakit panas menggigil karena LILI memakai baju yang masih basah. LILI lupa mencuci bajunya tersebut. PAK KARTA lekas membawa LILI dengan permadani terbang ke kahayangan dan bertemu dengan PUTRI SANTIKA untuk mengobati sakitnya tersebut, putri khayangan yang wajahnya berbulu sebelah (seperti kera). LILI kaget dan ketakutan tapi dia tidak bisa kabur, karena PAK KARTA sudah tidak ada di tempat. SANTIKA merasa tersinggung dan hendak melempar LILI ke bawah laut untuk jadi makanan ikan paus. Raja menegur putri khayangan, dia mengatakan bahwa LILI adalah anak yang bisa menyembuhkan kutukan di wajahnya, karena terdapat di buku kedokteran khayangan, bahwa PUTRI SANTIKA hanya bisa sembuh oleh anak yang mempunyai 3 tahi lalat berjejer di telapak tangannya, seperti 3 tahi lalat di telapak tangan LILI. SANTIKA memohon pada LILI untuk membantu dirinya terbebas dari kutukan, dia janji akan memberikan apapun yang LILI inginkan. LILI diperintahkan untuk mencari tiga MUTIARA AJAIB yang punya kekuatan dahsyat. Mutiara mutiara itu bisa di dapat di tiga tempat yang berbeda dan tantangan yang bermacam-macam.
Semula LILI tidak menyanggupinya, tapi setelah menatap kembali wajah PUTRI SANTIKA, dia merasa iba, karena satu-satunya cara untuk menyembuhkan kutukan PUTRI SANTIKA adalah dengan menggabungkan tujuh sinar mutiara tersebut ke wajahnya, dengan begitu kutukan tersebut akan terlepas dari PUTRI SANTIKA. PUTRI SANTIKA mau mengawal LILI, tapi raja tidak mengijinkan SANTIKA berpergian selama kutukan itu masih ada karna bisa memperparah keburukan wajahnya. SANTIKA pun mengirim laba-laba untuk menyertai LILI dalam perjalanan mencari tiga mutiara di 3 tempat yang berbeda.
Di tempat pertama, LILI menemui pohon besar tanpa daun sedikitpun. Dia menemukan cahaya mutiara yang mengkilap dari mata pohon. sewaktu mau diambil, mata pohon itu mengedip, lalu mengeluarkan air mata. Ternyata pohon itu tersiksa dengan manusia yang membabat habis teman-temannya. Makanya si pohon mau balas dendam pada manusia manapun yang berani mendekatinya. Nyawa LILI pun terancam, laba-laba menjerat pohon, tapi tenaga pohon lebih kuat dari pada jaring laba-laba.
Sementara itu ONI melihat keajaiban permadani terbangPAK KARTA. ONI pun lekas mencurinya, lalu mencoba permadani terbang tersebut. ONI terbang tanpa kendali, karena tidak tahu cara kerja permadani terbang tersebut. ONI pun terbang ke khayangan.
Sewaktu pohon mau mencakar LILI, tiba-tiba ONI, anak paling bandel di sekolahan LILI teriak sambil terbang dengan permadani terbang yang ia curi dari PAK KARTA, ONI menyerempet mata pohon, si pohon keLILIpan dan tidak jadi memakan LILI. Sewaktu si pohon sedang lengah karena merasa dipermainkan oleh ONI, LILI berhasil mengambil mutiara tersebut. LILI kabur, sementara ONI terus terbang karena dia tidak tahu cara memberhentikan permadani terbang tersebut. pohon murka dan mengejar mereka.
Dengan bantuan laba-laba LILI berhasil memberhentikan permadani terbang. ONI terlempar ke sebuah bukit. Ternyata dibukit itulah LILI menemukan kilauan mutiara kedua, tepat dari sebuah gubuk tua. Sekarang LILI ditemani ONI, walaupun selama perjalanan ONI sering membuat kerusuhan, merusak barang dan tanaman. LILI menawarkan ONI untuk kembali pulang dan diantar oleh si laba-laba, tapi ONI mau ikut dalam perjalanan tersebut, dia merasa mutiara yang diburu oleh LILI itu bukan mutiara sembarangan. LILI dan ONI shock waktu tahu penghuni rumah gubuk itu adalah seekor ayam raksasa. Mutiara itu berada di dalam tumpukan padi yang sedang dimakan ayam. ONI langsung mau memanah ayam raksasa, karena perutnya lapar. LILI mencegahnya, tapi ONI yang keras kepala tidak kehabisan akal, dia melemparkan tombak yang menyelip di bilik gubuk tersebut. ayam pun mengamuk dan mengobrak-abrik isi gubuk. LILI, ONI dan laba-laba kewalahan. Dengan sigap, laba-laba membawa LILI dan ONI.
Setelah itu, ONI dengan kelicikannya berniat mau mengambil mutiara-mutiara yang sudah didapat oleh LILI. Tapi tidak pernah berhasil, karena laba-laba selalu sigap mengintai ONI. LILI mendapat kabar dari PUTRI SANTIKA melalui burung merpati bahwa mutiara ketiga berada di laut Biru, laut di negeri khayangan. Masing-masing berada dalam kotak yang sudah ribuan tahun terpendam di laut tersebut. LILI dan ONI pun bingung memikirkan cara untuk menembus ke dasar laut Biru. Putri SANTIKA mengirimkan ikan lumba lumba dan mereka menaiki ikan lumba lumba. ONI dan LILI juga diberi ganggang, yang pada saat dimakan, ONI dan LILI bisa bernafas di dalam air.
Selama menaiki ikan lumba lumba, LILI dan ONI selalu saling curiga. Dan seringkali berantem. Tapi walaupun dengan berbagai masalah, LILI berhasil mengambil tiga mutiara yang berada di dasar lautan tersebut.
Setelah berhasil mengumpulkan tiga mutiara, LILI shock karena pohon raksasa, ayam raksasa masih mengejarnya. Tapi berkat kekuatan mutiara tersebut semua hancur lebur. Diluar dugaan, mutiara-mutiara itu hilang dibawa oleh ONI dengan permadani terbangnya. LILI pun lantas putus asa, tapi PUTRI SANTIKA mendorong LILI untuk merebut kembali mutiara tersebut. karena mutiara-mutiara ajaib itu disalahgunakan oleh ONI disekolahan. Saat di sekolah, ONI memamerkan kekuatan mutiara ajaib, Semua kagum oleh kehebatan ONI. LILI pun berpikir keras untuk merebut kembali mutiara-mutiara tersebut. akhirnya mutiara bisa kembali setelah LILI mendapat bantuan dari PUTRI SANTIKA. ONI pun jera setelah mendapat pelajaran dari PUTRI SANTIKA. Kini sinar tiga mutiara itu menyatu dan diarahkan ke wajah PUTRI SANTIKA, dalam seketika wajah PUTRI SANTIKA kembali normal. Setelah itu LILI mendapatkan uang satu peti dan langsung dibagikan pada teman-temannya. Walaupun demikian LILI tetap hidup bersahaja dan tidak sombong.
|