|
Nila ( 10 thn) seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh Nenek Salma seorang janda tua di sebuah panti asuhan didekat hutan bersama dengan anak-anak yang lain. Nila berteman baik dengan Reni (10n th). Suatu ketika, nenek Salma sakit parah dan memerintahkan anak-anak panti untuk meninggalkan panti dan mencari orang yang mau menampung dan merawat mereka. Namun Nila tidak mau pergi meninggalkan Nenek Salma yang sedang sakit dan sudah renta. Reni sendiri diasuh oleh sepasang suami istri yang kemudian membawa Reni pergi. Namun Reni berjanji suatu hari pasti Reni akan bertemu dengan Nila lagi. Reni memberikan ikan hias miliknya sebagai pengganti teman Nila.
Nenek Salma lalu meminta Nila untuk pergi mencari batang kayu dari pohon kejujuran yang tertanam dipinggir hutan sebagai obat Nenek Salma. Pohon kejujuran dapat mengabulkan tiga permintaan, yaitu dapat membuat orang jahat menjadi baik, dapat membuat orang miskin menjadi kaya, dan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Nenek Salma membekali NIla dengan sebuah bungkusan berisi segenggam pasir laut, tiga buah jarum, dan sebatang lidi yang akan membantu Nila di perjalanan kelak karena barang-barang tersebut adalah benda ajaib peninggalan suami Nenek Salma. Namun bekal itu hanya dapat digunakan satu kali saja. Dengan berat hati Nila meninggalkan Nenek Salma. Nila membawa ikan hias milik Reni ikut serta mencari pohon kejujuran. Saat mulai memasuki hutan, Nila disambut oleh dua raksasa yang kelaparan. Para raksasa mengejar-ngejar Nila hendak dimakan. Nila akhirnya terpojok. Nila mengeluarkan segenggam pasir laut, ia berdoa berharap pasir tersebut akan menolongnya. Saat pasir disebar, tiba-tiba dihadapan Nila nampak sebuah mata air yang memancarkan air sangat deras. Para raksasa terus menghampiri Nila, lama-kleamaan mata air tersebut berubah menjadi lautan. Para raksasa kewalahan tak bisa berenang dan akhirnya tenggelam. Nila meneruskan perjalanannya. Nila mencari pohon kejujuran di hutan. Tanpa diketahui Nila, ada akar hidup yang bergerak mengikutinya. Lama kelamaan akar-akar semakin banyak mengikuti Nila. Kemudian akar-akar itu menjalar ditubuh Nila dan mengikatnya. Nila berusaha melepaskan ikatan akar hidup, namun semakin Nila bergerak ikatan semakin mengencang. Nila pura-pura lemas, saat ikatan mulai kendor, Nila segera mengambil tiga buah jarum dari dalam kantong bekal Nenek. Jarum disebar Nila, tiba-tiba jarum berubah menjadi pedang, pedang-pedang itu memotong-motong akar, akar bergerak mundur lalu menghilang. Saat Nila kembali meneruskan perjalanan, Nila berhadapan dengan dua penyihir kecil jahat. Anak-anak tersebut menghujami Nila dengan kekuatan-kekuatan dari tongkat sihir mereka. Nila kemudian menggunakan bekal terakhir dari Nenek Salma yaitu sebatang lidi. Lidi kemudian berubah menjadi tongkat sakti. Dengan tongkat sakti itu. Nila berhasil mengalahkan dua penyihir cilik. Nila kembali meneruskan perjalanan dan sekarang sudah memasuki kawasan penduduk kerajaan, Nila bingung karena melihat banyak warga yang menderita. Nila mencoba mencari tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi. Saat itulah Nila kemudian bertemu dengan Reni. Ternyata orang yang mengadopsi Reni tinggal di kawasan itu. Reni kemudian memberitahu Nila jika pohon kejujuran hanya raja yang punya. Ternyata penderitaan yang dialami oleh warga karena ulah sang raja juga, karena raja mengambil barang-barang berharga dari rakyat dan menyimpannya di istana. Raja juga mengambil hasil panen dari rakyat. Reni mengatakan bahwa tidak ada yang berani menentang Raja karena pasti Raja akan menghukum dengan berat. Diam-diam Nila mencoba menemui raja tanpa sepengetahuan Reni. Tetapi untuk menemui raja tidaklah semudah yang Nila bayangkan. Tetapi dengan kecerdikkannya, Nila bisa masuk dan menemui raja. Raja yang saat itu sedang bersenang-senang, kaget melihat Nila. Nila mengutarakan maksudnya untuk meminta batang pohon kejujuran, dan menasehati raja agar raja tidak jahat kepada rakyat. Raja sangat marah dan menjebloskan Nila ke penjara. Di dalam penjara, Nila kaget karena di dalam penjara, Nila bertemu dengan seseorang yang mukanya mirip dengan raja dan mengaku bahwa dia adalah raja yang asli. Ternyata yang memerintah sekarang adalah penyihir yang menyamar menjadi raja. Semua orang sudah dipengaruhi olehnya. Raja heran kenapa Nila bisa sampai dipenjara. Nila kemudian mengatakan bahwa dia sekarang sedang mencari pohon kejujuran. Raja mengatakan bahwa pohon kejujuran itu sudah mati dan hanya ada sebuah biji dari pohon kejujuran. Raja asli kemudian memberikan Nila sebuah biji dari pohon kejujuran. Nila kemudian mengatakan pada penjaga bahwa raja yang asli adalah orang yang bersamanya. Pengawal marah dan tidak percaya kemudian menghadapkan Nila ke depan penyihir. Penyihir yang marah karena Nila sudah mengetahui siapa dia sebenarnya, kemudian menyuruh algojo untuk menghukum Nila di depan orang-orang. Nila menangis sedih. Saat itulah, air mata Nila menetes ke biji dari pohon kejujuran. Biji itu kemudian tumbuh menjadi pohon yang besar. Pohon itu kemudian bersinar terang dan kemudian bisa bicara. Pohon kejujuran kemudian mengarahkan rantingnya ke penyihir. Dari ranting muncul sinar dan mengenai penyihir. Penyihir kemudian berubah ke wajah aslinya. Orang-orang yang dipengaruhi penyihir juga tersadar. Akhirnya penyihir berhasil ditangkap dan negeri itu kembali sejahtera setelah dipimpin oleh raja yang asli. Nila mendapatkan batang dari pohon kejujuran dan berhasil menyembuhkan Nenek Salma.
|