search :

DIVA DAN ANGSA EMAS

DIVA (8) hidup bersama ibunya yang miskin dan kedua kakak tirinya yang pemalas MERY (10) dan RICA (12). Sehari-hari ibunya berjualan sapu. Saat ibunya pergi, kedua kakak tirinya malas-malasan dan semua pekerjaan rumah diserahkan pada DIVA. Bahkan DIVA harus melayani kalau mereka mau makan dan makanan sering dihabiskan oleh kedua kakaknya yang rakus itu. Sehingga DIVA sering sakit perut karena tidak makan tapi harus bekerja ekstra keras.

Karena ibunya sakit, maka MERY harus bantu jualan, tapi dia tidak mau. RICA juga tak mau alasannya karena malu. Keduanya memaksa DIVA untuk jualan jika tidak mau, DIVA dan ibunya akan diusir dari rumah karena rumah itu peninggalan ayah mereka. Akhirnya DIVA pun berangkat jualan, tapi dia harus mencuci dan memasak lebih dulu. Ibunya tak tega melihat DIVA diperlakukan seperti itu, tapi kedua kakaknya malah mengunci kamar ibunya. DIVA tidak boleh sarapan juga tidak boleh bawa bekal.

 

Dengan senang hati DIVA keliling kampung walaupun perutnya keroncongan, bahkan matanya berkunang-kunang karena kelaparan. Karena dia lincah dan ramah, sebentar saja sapunya langsung habis dibeli. DIVA pun membeli nasi di warung. Saat dia makan siang di tepi sungai, seorang kakek kerdil muncul dan minta makan padanya. DIVA pun membagi nasinya menjadi dua. Sang kakek yang kelaparan pun merasa senang. Sebagai ucapan terima kasih, kakek kerdil memberikan telur warna emas kepada DIVA dengan pesan, telur itu jangan dimakan karena itu telur istimewa.

 

Sampai di rumah, DIVA meletakkan telur itu di dekat tempat tidurnya dengan dialasi kain bersih dan jerami untuk penghangat. RICA dan MERY iri melihat telur emas itu. Keduanya ingin mencurinya, tapi telur itu meloncat-loncat dan tidak berhasil dipegang keduanya. Hingga suatu malam telur itu pun menetas dan menjadi angsa emas yang besar dan langsung bisa bicara tapi hanya pada DIVA. DIVA sedih melihat ibunya tak bisa bangun dan hanya diberi sedikit makan oleh kakaknya. DIVA berdoa semoga Tuhan membantunya. Mendengar do’a DIVA, angsa emas pun mengeluarkan telurnya yang berwarna emas pula. DIVA lalu menjual telur itu dan dipake untuk biaya berobat ibunya.

MERY dan RICA tambah iri. Saat DIVA masih tidur, MERY dan RICA memaksa agar angsa itu bertelur tapi angsa itu malah ngeluarin kotorannya. MERY dan RICA marah. Angsa ditangkap dan dibawa ke pasar. Mengetahui angsanya hilang, DIVA segera mencarinya kemana-mana dan menemukan angsa emasnya yang akan dijual pada seorang pedagang. DIVA berhasil merebut angsa emasnya dan membawanya pulang.

 

Di tengah jalan, dia melihat utusan PAK CAPRI yang sedang membuat pengumuman barang siapa dapat menyembuhkan sakit anak PAK CAPRI, dia akan diangkat jadi saudara KEVIN (12) dan diberi hadiah istimewa. KEVIN sudah 8 tahun tak bisa tersenyum atau tertawa sejak dia ditinggal mati ibunya. Banyak orang berlomba mengikuti sayembara itu, tapi tak ada yang berhasil termasuk MERY dan RICA. DIVA pun ingin mengikuti sayembara itu. Bukan karena mengincar hadiahnya tapi tujuan utamanya untuk menolong KEVIN siapa tahu KEVIN bisa jadi temannya. DIVA pun membawakan manequin monyet yang mengejutkan KEVIN, tapi KEVIN tetap tak bisa tersenyum. Melihat kegagalan DIVA, MERY dan RICA mengejeknya sebagai pecundang.

 

Suatu hari sehabis berjualan, DIVA dan angsa emas bermain-main di sungai. Diva melihat seekor ikan emas terperangkap. DIVA pun menolongnya. Ikan emas itu meminta agar DIVA melepaskannya karena dia punya bayi kecil dan suatu saat dia akan membalas kebaikannya. DIVA pun kembali memasukkan ikan itu ke sungai.

 

Diva berpikir keras bagaimana caranya membuat KEVIN tersenyum. Karena capek dan sehabis berenang, DIVA ketiduran. Ternyata keindahan angsa emas telah membuat seorang anak kecil gendut tertarik untuk menyentuhnya. Tapi begitu menyentuh angsa itu, tangan bocah itu lengket dan tak lagi dapat dilepaskan. Anak itu menangis ketakutan dan lari. DIVA terbangun. Dia mengira angsanya akan dicuri. Anak dan angsa terus berlari. Ibu si anak ingin menolong tapi tangannya juga lengket. Bapaknya juga ingin menolong tapi tangannya juga lengket. Semua orang yang ingin menolong tangannya justru ikut-ikutan menjadi lengket. Akhirnya terjadilah barisan yang panjang dan rombongan terjatuh di depan KEVIN yang sedang melamun. Melihat adegan itu, KEVIN tertawa terpingkal-pingkal.

 

PAK CAPRI mau tak mau harus menepati janjinya memenangkan DIVA karena telah berhasil membuat KEVIN tertawa, tapi lelaki kaya itu masih membuat persyaratan lagi mengingat hadiah yang dia janjikan adalah mengelola peternakan ayam yang dimilikinya. PAK CAPRI tidak percaya pada DIVA yang masih ingusan. Syarat yang diajukan adalah jika DIVA dapat menemukan orang yang dapat menangkap seribu ayam lepas dalam semalam, maka DIVA akan menerima hadiah dari PAK CAPRI. DIVA pun bingung. Angsa emas menenangkannya. Dia memanggil kakek kerdil. Kakek kerdil memberikan sebuah sepatu ajaib pada DIVA. DIVA lalu memakai sepatu itu dan dia menjadi sangat lincah. Maka, DIVA pun  yang bergerak secepat angin dapat menangkap ayam-ayam yang lepas itu.

 

Lagi-lagi PAK CAPRI belum percaya. Dia kembali mengajukan syarat. Jika DIVA dapat menemukan seekor anak ayam yang dicuri naga laut, maka PAK CAPRI akan menepati janjinya. Waktu yang diberikan pun hanya sampai tengah malam. DIVA pun bercerita pada ibunya. Ibunya melarang DIVA pergi karena naga laut dikenal sangat ganas, bukan tidak mungkin DIVA akan dimangsanya dan kemungkinan besar anak ayam itu pun sudah dimakan naga laut. Kakek kerdil dan angsa emas pun tak dapat membantunya. Orang-orang mendengar juga melarangnya, tapi DIVA tetap akan berusaha memenuhi syarat yang diajukan PAK CAPRI.

 

Malam itu juga dia pergi ke tepi sungai. Dengan mengandalkan kemampuannya berenang, DIVA pun terjun ke sungai yang sangat dingin. Ibunya dan warga yang menyaksikan pun memakai selimut tebal. Keberanian DIVA membuat banyak orang terharu. Mereka berdoa untuk keberhasilan DIVA, tapi MERY, RICA dan PAK CAPRI berharap DIVA gagal. Tapi KEVIN, kakek kerdil dan angsa berharap DIVA berhasil. Beberapa orang justru bertaruh yang lucu-lucu. Ada yang ingin membotaki kepalanya sebelah, alisnya dicukur sebelah, berdiri dengan satu kaki selama seminggu dll.

 

Saat DIVA berenang, dia pun menggigil karena kedinginan. Semakin dia berenang ke dalam, tenaganya seperti tersedot habis hingga DIVA terkulai lemas. Untunglah saat genting itu, ikan emas sahabatnya muncul dan menjadi tunggangan DIVA. Dengan bantuan ikan emas itu, DIVA meluncur ke sarang Naga Laut. Dia lalu melihat anak ayam yang berada dalam cengkeraman Naga Laut.  DIVA meminta Naga Laut melepaskan anak ayam itu, tapi Naga Laut justru ingin memangsa DIVA. Hingga suatu saat Naga Laut membuka mulutnya lebar-lebar dan menyedot DIVA dan anak ayam ke dalam perutnya. Tapi sebelum tersedot, DIVA sempat merenggut batang kayu yang hanyut. Saat dalam perut Naga Laut itulah, DIVA menancapkan kayunya sehingga naga tak bisa mengatupkan mulutnya. DIVA berhasil menolong anak ayam dan berenang kembali ke atas dengan bantuan ikan emas. Sementara di atas, PAK CAPRI hampir saja menyatakan kalau DIVA gagal karena sudah jam 12 kurang lima menit. Ibu DIVA sangat sedih karena mengira DIVA sudah meninggal.

 

Tepat pukul 12.00, DIVA menyembul ke atas bersama anak ayam dan ikan emas. PAK CAPRI pun menyerahkan usaha peternakan ayamnya kepada DIVA. DIVA mencari beberapa orang untuk membantunya dan menjadi saudara angkat KEVIN.

 

 

Pemain

-

Wallpaper

Jadwal Tayang

MingguSeninSelasaRabuKamisJumatSabtu
- - - - 24 September 2009
Pukul 18:00 - 19:30
- -


© Copyright 2008 - PT. Lunar Jaya Film