Aminah (55) sedang menangisi kematian suaminya (Hasan/60). Hasan mati mendadak pagi tadi. Tiba-tiba saja Hasan jatuh tergeletak di ruang tamu. Jantungnya tidak berdenyut. Malam harinya Aminah dan warga bekumpul untuk membacakan doa dan tahlil. Aminah benar-benar tidak percaya suaminya meninggalkannya secara tiba-tiba. Tidak ada tanda apa-apa. Tidak ada angin tidak ada hujan. Hasan meninggal begitu saja.
Rohim, sahabat Hasan datang dengan tergesa. Ia juga tidak menyangka kematian Hasan yang datang mendadak. Rohim yang memang punya kelebihan bisa menerawang hal-hal ghaib punya firasat aneh. Meninggalnya Hasan bukan kematian biasa. Pasti ada penyebabnya.
Rohim mulai mengucapkan kalimat-kalimat dzikir. Ia berusaha menerawang Hasan. Rohim mulai masuk ke alam lain. Rohim berada di tempat yang misterius. Cahaya redup remang-remang. Banyak kabut putih berseliweran. Rohim memanggil-manggil Hasan. Tiba-tiba muncul di depan Rohim seorang nenek membawa tongkat. Nenek tersebut berkata, “Lebih baik kamu pulang saja. Hasan sudah jadi milik kami....”
Rohim membaca dzikir, seketika itu nenek tua tersebut terbakar. Rohim kembali mencari Hasan.