Warga kampung gempar mendengar hilangnya KOMAR (20 th), pemuda yang hoby mabuk-mabukan. konon kabarnya KOMAR hilang ketika sedang mabuk dan berjalan melewati jembatan dekat kuburan kampung. Jembatan itu memang terkenal angker dan tidak masuk akal. Dari berbagai cerita warga, jembatan tersebut kerap kali berubah menjadi tujuh lapis di tengah malam. Padahal jika siang hari, jembatan tersebut tidak berbeda jauh dengan jembatan-jembatan lainnya. Mendengar berita hilangnya KOMAR, BU SITI (35 th) menyeletuk, “Syukurin tuh si Komar jadi orang makanya jangan suka mabuk-mabukan. Begitu kan, akibatnya.” Warga yang lain menasihati bahwa tidak baik mencela orang seperti itu meskipun ornag tersebut suka berbuat onar.
Keesokan harinya BU SITI terlihat panik karena ternyata putri kecilnya juga hilang. Dari keterangan warga, putri BU SITI terakhir dilihat sedang bermain-main di jembatan angker tersebut. Baru saja kemarin BU SITI mencela KOMAR yang hilang, kini dia sendiri kehilangan putri satu-satunya yang sangat dia sayangi.
Lain hanlnya dengan PARNO (25 th) pemuda kampung yang berprofesi sebagai pedagan bakso keliling, ketika itu sedang berjalan mendorong gerobak baksonya. PARNO termasuk salah satu warga yang tidak terlalu mempercayai hal-hal mistis seperti apa yang diceritakan orang-orang tentang jembatan yang sering dilewatiya sepulang berjualan bakso keliling. PARNO sering melewati jembatan tersebut tapi belum pernah mengalami hal-hal aneh seperti apa yang warga bilang. PARNO yang dikenal sebagai pemuda sholeh, ketika itu berjalan melewati jembatan agak larut malam. Tiba-tiba bulu kuduk PARNO berdiri, namun ia tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. PARNO berdoa dan hanya percaya kepada Allah. Sepintas PARNO melihat jembatan yang ia lewati berubah menjadi tujuh lapis, bahkan PARNO sendiri bingung, ia sedang berada di jemabtan lapis ke berapa. Namun ia tetap membaca doa dan hanya percaya kepada Allah. Seketika jembatan tersebut berubah menjadi normal kembali. PARNO pun bersyukur, tapi mendadak jembatan tersebut berubah kembali menjadi tujuh lapis. PARNO pun kembali membaca doa dan jembatan tersebut normal seperti semula. Dengan terus memanjatkan doa, akhirnya PARNO bisa melewati jembatan tersebut dengan selamat. Malam pun semakin larut, parno segera melihat jam di tangnnya dan waktu menunjukkan pukul 3 pagi. PARNO kaget bukan main, padahal sebelum melewati jembatan ia melihat masih jam 12. PARNO merasa heran namun ia tetap berjalan dan terus berdoa. Baru saja PARNO melangkahkan kakinya meninggalkan jembatan tersebut, terdengar suara anak kecil dan seorang pemuda meminta tolong. Setelah menengok ke belakang, lagi-lagi jembatan tersebut berubah menjadi tujuh lapis. Anehnya lagi terlihat KOMAR, pemuda yang diberitakan hilang kemarin, sedang bergelantungan di bawah jemabatan pada lapis ke-3. Sedangkan anak perempuan BU SITI yang kemarin juga hilang, terlihat berada di bawah jembatan sedang bergelantungan pada lapis ke-5. Pada jembatan lapis paling bawah, terlihat seorang pria tua yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi PARNO. Pria tua itu seperti sedang mengumpulkan sesuatu dan dimasukkan ke dalam karung. Pria tua itu tidak lain adalah PAK BURHAN (55 th), seorang juragan kaya raya yang mempunyai rumah di samping jembatan angker tersebut. Melihat kejadian aneh tersebut, lagi-lagi PARNO hanya bisa beristighfar. Ketika hendak menolong mereka, tiba-tiba jembatan tersebut berubah menjadi normal kembali dan tidak ada siapa-siapa di jembatan tersebut. PARNO kembali melanjutkan perjalannya ke rumah.
Keesokan harinya rumah PAK KADES(50 th) banyak didatangi warga, rupanya mereka mengeluhkan kekhawatiran tentang jembatan tersebut. PARNO pun ikut menceritakan apa yang baru saja dialaminya semalam. Para warga memnita jembatan tersebut dihancurkan saja karena sudah banyak memakan korban jiwa. Mendengar hal tersebut, PAK BURHAN bersikeras menolak usulan warga. Warga heran dengan sikap PAK BURHAN yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu. Namun sebagai kades yang bijak, PAK KADES meminta warga desa untuk tidak melakukan tindakan tersebut, karena jembatan merupakan sarana warga yang cukup membantu. Akhirnya diambil jalan tengah untuk diadakan sholat malam bersama di mushola. Warga pun menyetujui, namun lagi-lagi PAK BURHAN menolak dengan keras.Warga semakin curiga dengan sikap PAK BURHAN.
Malam pun tiba dan sholat malam bersama dilakukan. PAK BURHAN yang tadinya enggan mengikuti solat malam, karena dipaksa warga akhirnya ikut juga. Ketika sholat malam berlangung tiba-tiba PAK BURHAN jatuh pingsan dan mendadak muka PAK BURHAN menjadi gosong. Warga panik dan segera memberikan pertolongan kepada PAK BURHAN. Setelah PAK BURHAN sadar, akhirnya ia mengaku bahwa hilangnya warga kampung beberepa hari lalu, adalah ulahnya. Mengenai jembatan yang kalau malam berubah menjadi tujuh lapis , itu juga ulah PAK BURHAN. Semua itu dilakukan demi memperoleh harta dengan cara melakukan pesugihan seperti apa yang diperintahkan oleh sang DUKUN (65 th) kepada PAK BURHAN. PAK KAYAI (70 th) dan PAK KADES yang mendengar hal itu hanya bisa diam sedangkan warga merasa jengkel dengan emosi yang tidak terbendung. Namun dengan bijak PAK KADES menasihati bahwa perbuatan tersebut termasuk syirik. pak burhan pun segera meminta maaf kepada seluruh warga dan ia pun bertaubat.