HAJI SUGIMAN (50thn) baru saja menjual tanah satu- satunya demi mewujudkan impiannya selama ini, yaitu mendirikan sebuah mesjid kecil. Awalnya AMINAH (45thn, Istri Haji Sugiman) tidak setuju dengan rencana suaminya, namun Haji Sugiman tetap malaksanakan niat nya. Pembangunan mesjid pun berjalan. Ketika semua telah selesai, semua uang Haji Sugiman telah habis sementara di satu sisi dia harus membeli Kubah yang justru sangat penting.. Haji Sugiman yang selalu di temani oleh sahabatnya, PAK BADRUN (45thn) mulai bingung. Mereka berdua lalu mendatangi tempat pembuat Kubah mesjid yang berada di kampung tersebut, yang biasa menjual Kubahnya di kota. Haji Sugiman lalu menemui SAPTO (40thn) pemilik usaha tersebut. Pak Sugiman lalu mengatakan maksud kedatangannya untuk mengutang terlebih dahulu sebuah kubah, dan dia berjanji akan segera mencicilnya setiap bulan. Sapto yang memang terkenal pelit langsung menolak niat Haji Sugiman, Sapto lalu menghina Haji Sugiman, baginya ada duit ada barang! Haji Sugiman pun dengan sabar kembali ke mesjid dan duduk dengan ekspresi sedih. Pak Badrun sempat memberi saran untuk tidak memakai kubah, namun dengan tenang Haji Sugiman berkata, “Apa salah nya jika kita memberikan yang terbaik untuk rumah Allah?”.