search :

MISTERI ILAHI Eps.21

Pasar Hantu

TORO (30 tahun) adalah seorang pedagang sayuran di pasar. Dia selalu mengurangi timbangan untuk dagangannya. Semua pembelinya dikadali. Artinya timbangan TORO tidak pernah sesuai dengan yang seharusnya. Kalau pembeli minta tambahan sayuran, TORO selalu bilang bahwa harga sayur sekarang mahal. Karena hasil curangnya, TORO mampu membeli radio baru serta berhasil mengkredit motor. TORO senang sekali dengan akal curangnya itu.

Tetangga TORO yang juga seorang pedagang kagum pada TORO karena mampu mengkredit motor. Sementara TORO begitu bangga dengan dirinya yang sanggup mencari uang begitu banyak dengan hanya berdagang. TORO pun jalan-jalan dengan motor barunya hingga malam hari. Dan dia tidak sempat tidur karena harus belanja di pasar induk untuk esok harinya.

Ternyata malam itu, mata TORO sedikit mengantuk karena lelah seharian bepergian dengan motor barunya. Tapi hatinya senang manakala pasar induk yang seharusnya jauh ternyata jadi lebih dekat malam itu. TORO memarkirkan motornya di tempat parkir. Lalu langkahnya memasuki pasar induk dan mencari-cari pedagang langganannya karena mata TORO mengantuk.

 

Sebenarnya kamera sudah menangkap gambar di dalam pasar. Semua pedagang dan pembeli berwajah pucat seperti mayat hidup. Cara mereka berinteraksi tampak terlihat kaku. Tapi tetap TORO tidak memperhatikan karena sibuk mengucek matanya yang mengantuk. Hingga tiba di tempat langganannya, TORO tampak senang. Segera saja TORO minta dua karung berbagai sayur pesanannya seperti biasa. Tapi mata TORO langsung membelalak manakala orang yang melayaninya berlumuran darah. Dan dua karung pesanannya diperciki darah.

 

TORO kaget minta ampun dan melihat sekelilingnya. Ternyata semua orang yang ada di pasar itu adalah setan berwajah pucat dengan perban, luka, atau darah. Sangking takutnya, lutut TORO lemas dan terjatuh dalam kubangan air darah.

 

Ketika ada yang ingin menolong TORO dengan wajah diperban, TORO segera bangun dan ngibrit. TORO lari ke sana ke mari tapi tidak menemukan pintu keluar pasar. Semua yang ada di hadapannya adalah proses jual beli sebagaimana pasar mestinya, hanya saja orang-orang di sana adalah para hantu. TORO semakin kaget manakala lapak dagangan pedagang dinamakan ”sayuran hantu, ikan hantu, daging hantu, tempe hantu, tahu hantu”

 

TORO kembali berlari hingga menabrak beberapa pembeli, tapi begitu ingin ditolongnya TORO malah kembali bangun dan ngibrit. Sampai akhirnya TORO berada di depan sebuah kios dengan nama ”pengadilan timbangan”. Orang yang keluar dari pengadilan itu tampak berlumuran darah seluruh tangannya serta pakaian yang tercabik-cabik.

 

Satu algojo di depan ”pengadilan timbangan” mengatakan bahwa orang di hadapannya lulus dalam mengurangi timbangan dagangannya dan berhak berjualan di pasar hantu. Sementara orang satunya lagi lulus karena berhasil membohongi pedagang dengan cara menguntit barang dagangan si pedagang ke dalam kantong plastik belanjaannya.

 

TORO begitu kaget dan mengingat kecurangan yang sudah dilakukannya selama ini. Dan TORO tidak mau hal itu terjadi padanya. Sayangnya TORO belum sadar kalau perbuatannya itu adalah dosa. TORO kembali berlari dan mencari jalan keluar, Hingga sampai di tembok pembatas antara pasar hantu dengan jalanan di luar. Apesnya begitu TORO ingin memanjat dia terjatuh karena sepanjang tembok yang ada hanyalah darah.

 

TORO menangis minta pada ampun pada Allah dan mengakui kesalahannya. Dia tidak ingin melakukan kecurangan lagi. Niat TORO begitu kuat hingga tubuh terjungkal ke belakang dan terjatuh di jalanan. Betapa kagetnya TORO saat melihat pasar di hadapannya telah berubah jadi pemakaman umum.

 

Sejak saat itu, TORO tidak lagi main curang dengan timbangannya. Karena kejadian malam itu adalah teguran sangat berarti dirinya dan pertanggung jawaban dagangannya di akhirat.

 

 

Pemain

-

Wallpaper

There is no wallpaper for this film

Jadwal Tayang

MingguSeninSelasaRabuKamisJumatSabtu
- - - - - - 14 MARET 2009
15:30 - 16:00


© Copyright 2008 - PT. Lunar Jaya Film