|
SELAMAT DARI TEROR TUYUL....!
Bayu seorang yang idealis dan anti korupsi. Kehadiran Bayu di kantor kelurahan ternyata menjadi masalah tersendiri. Kepala desa mengajaknya korupsi. Bayu tentu saja menolak. Tapi penolakannya ini berbuntut ancaman. Bayu melihat sosok kecil seukuran boneka barbie, berlari-lari di atas meja. Saling berkejaran... lalu menyelinap ke bawah tumpukan berkas. Bayu menceritakan apa yang dia lihat tersebut kepada teman-temannya, mereka menyebut Bayu mimpi di siang bolong. Pak Kepala Desa menuduh Bayu sengaja menjatuhkan nama Kepala Desa. Bayu dan keluarganya mendapat teror yang luar biasa, bukan saja teror fisik tapi juga teror mental.
Suatu hari.... uang di brankas raib. Kepala Desa menuduh Bayu mengambil uang untuk keperluan pribadinya. Posisi Bayu terjepit. Bukti merujuk kepadanya sebagai pemegang kunci. Bayu harus mengganti uang yang hilang itu. Bayu harus berhutang ke bank dengan menggadakan sertifikat tanah orang tuanya.
Berdasarkan anjuran Ustadz, Bayu membacakan ayat-ayat ruqyah untuk brankas tersebut. Mulai saat itu, Bayu menutup dan membuka brankas dengan membaca ayat-ayat ruqyat. Hari berikutnya, ada kejadian yang sangat aneh. Bayu melihat brankas bergeser dari tempat semula. Tampak pula ruangan berantakan. Seperti ada yang berusaha membuka paksa brankas namun gagal.
Hari berikutnya, Bayu lembur, menginap di kantor kelurahan. Malam harinya mendadak ada angin puting beliung. Angin yang saking kerasnya sampai mengeluarkan percikan api pada pusat pusaran angin. Angintopan itu menggulung kantor kepala Desa. Seluruh atapnya terangkat ke udara. Tapi ada satu bagian atap yang tetap utuh, yaitu ruangan tempat penyimpanan brankas. Ruangan itu utuh... tidak mendapat efek topan yang menyerang dahsyat itu. Sementara hari berikutnya.... Pak Kepala Desa datang ke kantor dengan badan lebam, luka-luka, seperti habis dihajar topan badai. Rupanya, Pak Kepala Desa yang mempunyai tuyul. Topan malam itu adalah teror yang dia lakukan. Namun berkat pertolongan Allah, teror itu justru berbalik pada Pak Kepala Desa sendiri. |