search :

MISTERI ILAHI Eps.11

DIJAGA TIGA MALAIKAT

Foni baru saja pulang dari acara hura-hura bersama teman-temannya. Foni dengan santainya lewat di depan 3 orang preman. Preman2 tsb pun langsung menyergap Foni dan mengambil barang2 berharganya seperti handphone dan uang. Foni berhasil lari dari preman2 tersebut. Berita ini didengar oleh Ratih. Dia khawatir karena besok pekerjaannya sangat banyak dan dia harus pulang malam dari kantor. Hari itu, Ratih pulang larut malam dari kantornya. Ratih harus berjalan cukup jauh menuju rumahnya setelah dia turun dari kendaraan umum. Di tengah jalan yang sepi ia melihat tiga orang preman yg sedang bernyanyi dan bermain gitar.

Preman-preman itu memang sengaja duduk di jalan tersebut. Mereka berniat akan merampok orang yang lewat. Sambil meminum minuman keras dan merokok kedua preman mengatur rencana. Bila korban melawan mereka berniat untuk tidak segan-segan membunuhnya. Melihat gelagat para preman, Ratih punya firasat buruk. Ia sangat takut karena harus melewati para preman untuk sampai di rumah. Tidak ada satupun orang yang bisa dimintai tolong. Tidak ada yang bisa diharapkan kecuali Allah. Saat itulah Ratih berdoa dengan diiringi membaca ayat kursi (lantunan doa dan ayat kursi terdengar oleh penonton). Setelah berdoa Ratih merasa sedikit lebih tenang. Ia pun lebih berani untuk melintas di depan para preman. Para preman melihat Ratih. Mereka segera pasang aksi. Bersiap untuk merampok.

Jantung Ratih berdegup. Suasana makin tegang. Ratih makin khusu berdoa (lantunan doa dan ayat kursi terdengar oleh penonton). Ia makin berharap Allah menolongnya. Dan sungguh aneh, entah mengapa tiba-tiba muka preman tsb pucat dan mengurungkan niatnya untuk merampok Ratih. Ketika Ratih berada di depan mereka dan permisi untuk lewat, preman tsb lari tunggang langgang. Ratih bingung knp preman2 tsb lari.
Ternyata saat itu, Ratih diikuti tiga orang bertubuh besar (dikasih efek bercahaya) yang berjalan dibelakangnya yg ternyata malaikat yg dikirim Allah untuk menjaganya tp Ratih tdk mengetahui hal tsb.

 

JATUH KE DALAM SUMUR
 
Kisah ini terjadi di Masjid Agung Baturetno (sekarang Masjid Agung Al-Ghaniy Baturetno) pada tahun 1985, ketika Agus Widiyanto berusia 11 tahun dan duduk di kelas 5 SD. Keadaan pada waktu itu hujan rintin-rintik dan kondisi tanah tergenang air. Ketika hendak berwudhu, Agus menuju ke sumur untuk menggambil air dengan menggunakan ember yg diikatkan ke tali karet (menggunakan hidrolik berbentuk roda). Tiba-tiba Agus terpeleset, tubuhnya terdorong dan dia terjatuh ke dalam sumur yg dalam. Agus menghilang selama beberapa hari. Orangtuanya menangis karena menghawatirkan Agus. Warga mencari tapi tidak menemukan Agus.
 
Ibunya Agus bermimpi Agus pamit mau sholat di masjid. Tapi mimpi itu tidak menyadarkan si ibu bahwa Agus ada di sumur masjid. Secara nalar, kemungkinan Agus mati tapi ternyata dia selamat dan hanya pingsan. Tangan, kaki dan keningnya terluka. Beberapa saat kemudian Agus sadar dan hujan mulai turun dg deras. Agus berteriak minta tolong. Tapi karena sumur tsb dalam, tidak ada orang yang dengar. Agus menangis dan mulai berdoa agar dirinya dapat keluar dari sumur tsb. Agus berusaha keluar dengan cara memanjat, melompat2 dari dalam sumur tsb karena air semakin tinggi. Agus berhasil meraih ember.
 
Kemudian, masuk ke dalam ember dan menarik tali karet sehingga dirinya naik ke permukaan sumur. Ada satu orang yg melihat bahwa timbaan tsb bergerak. Lalu dia memberitahukan warga sekitar termasuk orangtua Agus. Setelah sampai di atas, Agus kaget skaligus senang saat melihat di sekitar sumur banyak orang termasuk orang tuanya. Orang tuanya memeluknya dan mengatakan bahwa Agus telah hilang beberapa hari. Dan mereka mengira bahwa Agus sudah mati. Agus kaget karena dia mengira dirinya hanya pingsan beberapa jam. Berkat doa yg dia panjatkan, Agus selamat dari musibah tsb.
 

Pemain

-

Wallpaper

There is no wallpaper for this film

Jadwal Tayang

MingguSeninSelasaRabuKamisJumatSabtu
- - 03 Februari 2009
17:00 - 17:30
- - - -


© Copyright 2008 - PT. Lunar Jaya Film