|
NGIDAM YANG ANEH
Nurul, istri Andi ngidam makan pisang yang tumbuh di tempat kerja Andi. Tapi tidak hanya itu, Nurul ingin Andi membawa buah pisang dan pohonnya sekalian. Padahal tempat kerja Andi berada di pedalaman, dan harus melintasi sungai yang sangat lebar. Sebenarnya Andi merasa bingung dan malu, tapi ia bertekad melaksanakan keinginan istrinya. Sebab, Andi mendengar kata orang-orang tua bahwa permintaan bayi dalam kandungan, sesulit apa pun harus diwujudkan. Kalau tidak, saat anaknya nanti lahir, akan selalu “ngeces”, air liurnya selalu menetes, sampai usia remaja. Berbagai kesulitan dia alami. Sampai akhirnya, dia benar-benar berhasil mendapatkan pohon pisang tersebut.
Mendadak, hari itu hujan sangat deras. Air sungai meluap dan terjadi banjir bandang. Banjir menghantam bedeng tempat pekerja proyek. Andi dan kawan-kawannya berusaha menyelamatkan diri. Tapi Andi ingat dengan permintaan bayinya itu, berusaha membawa pisang berikut pohonnya. Berkat pohon pisang itulah dia justru selamat dari banjir, memanfaatkannya untuk menyelamatkan diri dari arus yang sangat deras. Teman-temannya yang lain tewas tenggelam. Andi hanyut dan pingsan sambil memeluk pohon pisang tersebut. Sampai akhirnya dia ditemukan oleh warga sekitar terdampar di pinggir sungai. Andi dan pohon pisang tsb dibawa ke rumahnya. Andi dan istrinya bersyukur dia selamat dari banjir bandang tsb.
DISUNAT JIN
Soleh, berumur 11 tahun tapi belum sunat karena orang tuanya yang miskin, tidak punya biaya untuk menyunatkan anaknya. Soleh selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya karena dia sendiri yang belum sunat. Tidak hanya ejekan, tapi Soleh juga dikerjain seperti digantungi tulang sapi lalu bbrp anjing mengejarnya, dll. Dia mendesak orang tuanya agar menyunatkan dirinya. Tapi orang tuanya benar-benar tidak mampu. Mereka mencari pinjaman ke mana-mana untuk biaya nyunatin anak tapi mereka malah mendapat cacian dan makian yg mengatakan bahwa kalau mereka tidak punya uang, Soleh tidak usah disunatin. Malam harinya Soleh berdoa agar dirinya bisa segera disunat.
Kemudian sesuatu terjadi. Orang bertubuh besar dan berbaju putih dan mengaku sebagai dokter menghampiri Soleh yg sedang tidur dan mengatakan bahwa dia mendengar doa Soleh dan ingin menyunatnya tanpa biaya. Soleh hanya akan merasakan sedikit rasa sakit, seperti dicubit. Besok pagi, betapa kaget orang tua Soleh, mereka mendapati Soleh memakai kain sarung seperti gaya anak laki2 yg baru disunat. Soleh mengatakan kejadian yang menimpanya semalam. Orang tua Soleh tidak percaya apa yg diceritakannya. Tapi setelah ayahnya melihat kondisi Soleh di kamar, ayahnya mengatakan pada istrinya bahwa Soleh benar2 sudah disunat. Mereka senang dan bersyukur.
|