|
1. Kiriman Dari Malaikat
Furqon merasa kasihan dengan seorang nenek yang hidupnya pas-pasan. Furqon pun kemudian mengirimi si nenek uang dalam amplop hampir setiap hari dengan harapan agar kehidupan si nenek berubah. Tapi setelah beberapa lama Furqon mengirimi si nenek uang, tetap saja kehidupan si nenek tidak berubah. Padahal banyak orang yang ikut pula mengirimi si nenek itu uang. Furqon kemudian mengira kalau si nenek hanya berlaku memelas agar dikasihani orang.
Furqon pun kemudian mendatangi si nenek itu untuk menyelidiki dikemanakan uang yang ia beri itu sebenarnya. Ternyata selama ini si nenek itu memasukan uang yang diterimanya itu ke dalam kotak amal yayasan. Furqon pun sangat terharu melihat sikap si nenek itu.
2. Kisah Pembuat Tempe
Yatmi setiap hari membuat tempe dan dijualnya ke pasar. Suatu hari Yatmi membuat tempe dan tempe yang dibuatnya itu tidak kunjung jadi. Yatmi segera berdo’a agar tempenya itu segera jadi. Dengan berbekal modal tempe ‘gagal’ itu, Yatmi datang ke pasar. Sesampainya di pasar, tidak ada orang yang mau membelinya.
Hingga kemudian datang orang ngidam mencari tempe yang belum jadi. Si orang ngidam itu berani untuk membeli tempe yang belum jadi itu dengan harga mahal. Yatmi pun segera berdoa agar tempenya jangan ‘jadi’. Dan benar saja, tempe Yatmi tetap tidak jadi. Tempe Yatmi pun dibeli oleh si orang ngidam. |