search :

JANGAN NIKAHKAN AKU, AKU MASIH INGIN BERMAIN

Bagaimana jadinya bila seorang gadis kecil 12 tahun yang masih ingin bermain dengan teman sebaya harus melayani seorang lelaki, karena ternyata Rima sudah menjadi seorang istri??


Seperti anak gadis lainnya, RIMA yang berumur 12 tahun, tengah menikmati dunia anak-anak menuju masa remaja. Namun semua itu harus kandas saat KOSIM, seorang juragan kaya raya, melamarnya menjadi istri. Meskipun ibunya melarang, namun PAK AMIR, ayah Rima, menerima lamaran tersebut karena merasa punya masa depan cerah.

 

Pak Amir justru bangga punya menantu kaya raya, meski putri manisnya harus menjadi istri yang kesekian. Tinggalah Rima yang harus mengalami tekanan demi tekanan saat sudah menjadi istri.
 
Sebelum menikah, Rima adalah anak perempuan ceria, polos dan memiliki banyak teman sebaya. Sewaktu ayahnya mendapat pinangan dari juragan Kosim, Rama pun belum mengerti apa maksudnya. Sementara ayahnya menjelaskan pada Rima, bahwa Rima nanti akan mengetahui dengan sendirinya.
 
Rima kaget saat ayahnya membujuk agar Rima mengenakan baju pengantin. Sebagai anak yang taat pada orangtua, Rima akhirnya bersedia bersanding di pelaminan dengan lelaki yang usianya berselisih dua puluh tujuh tahun. Para tamu undangan memberikan sikap bermacam-macam, ada yang sinis, risih, namun tak sedikit yang marah. Namun apalah daya, karena semua orang tak berani berhadapan dengan juragan Kosim yang memiliki banyak tukang pukul.
 
Usai pesta pernikahan, Rima menangis saat juragan Kosim membawanya pulang ke rumahnya. Rima ingin tetap tinggal di rumah orangtua, karena dia masih sesekali terbiasa tidur dengan ibunya. Pak Amir terus membantu membujuk Rima, meski Bu Amir tak kuasa menahan kesedihan melihat Rima yang masih ingin bersamanya.
 
Setibanya di rumah juragan Kosim, Rima bingung harus ngapain. Kata Juragan Kosim, Rima istirahat saja dan tak perlu ngapa-ngapain. Di rumah juragan Kosim, ternyata sudah menetap istri Kosim lainnya. Saat Kosim pamit sebentar, istri Kosim sudah membentak-bentak Rima dan menyuruhnya mengepel dan mencuci piring. Rima menurut saja, karena dia memang sudah terbiasa membantu ibunya di rumah. Rima mulai menyadari bila dirinya mungkin akan dijadikan pembantu.
 
Saat Kosim pulang, Kosim marah melihat Rima disuruh-suruh. Kosim pun memarahi istrinya, sehingga istrinya semakin sebal dan cemburu pada Rima. Kosim pun membawa Rima ke kamarnya untuk beristirahat.
 
Malamnya, Rima bingung karena harus tidur satu kamar dengan Kosim. Saat Kosim yang kelelahan tertidur, Rima diam-diam bangun dan pindah tempat tidur. Rima tidur di sofa ruang tengah. Paginya, Kosim tersentak melihat Rima sudah tak ada di kamar. Saat Kosim keluar, ternyata Rima sudah menyapu.
 
Berikutnya, Kosim mengajak Rima ke kamar. Rima menolak, tapi dia takut. Di dalam kamar, Rima merasa risih. Apalagi saat juragan Kosim membuka baju dan hanya mengenakan kaos kutang. Rima buru-buru lari keluar rumah. Juragan Kosim bukannya marah, tapi dia merasa tertantang untuk menaklukan gadis kecil istri barunya.
 
Rima bermain di luar rumah, berkenalan dengan anak-anak gadis seusianya. Saat ditanya, Rima bilang kalau dirinya tinggal bersama Juragan Kosim. Juragan kesal saat melihat Rima tengah bermain. Juragan memaksa Rima pulang.
 
Karena ada urusan mendadak, juragan Kosim pamit keluar rumah. Juragan Kosim meminta LASTRI, istrinya yang lain, agar menjagai Rima. Disinilah Rima menjadi bahan pelampiasan Lastri. Lastri yang kesal dan cemburu tak pelak mendorong dan menyakiti Rima. Rima hanya bisa menangis.
 
Bu Amir merasa sedih karena kangen dengan Rima. Pak Amir sendiri nampak bahagia karena punya uang banyak. Pak Amir tidak tahu kalau Rima jadi bulan-bulanan Lastri di rumah juragan Kosim.
Saat Kosim pulang, Rima tak berani mengadu. Dan malamnya, Rima dikurung di kamar Kosim. Kosim mendekati Rima, membelai-belai rambut Rima. Rima bukannya senang, tetapi dia malah menangis. Hal ini membuat Kosim jadi naik darah. Kosim membiarkan Rima menangis, dia keluar rumah.
 
Lastri mencibiri Kosim yang tak berhasil menaklukan Rima. Saat Lastri mencoba merayu Kosim, Kosim tak memperdulikannya. Lastri jadi semakin geram terhadap suaminya. Dan ia mengancam akan memperlakukan Rima lebih tertekan lagi.
 
Paginya, saat Kosim berangkat untuk suatu keperluan, Lastri kembali memperlakukan Rima lebih kejam lagi. Rima menjadi bulan-bulanan Lastri hingga akhirnya dia semakin sedih. Kosim yang akhirnya mengetahui hal ini mengusir Lastri. Rima pun merasa Kosim menjadi dewa penolong. Rima seolah menemukan seorang pelindung bagi dirinya. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Kosim untuk melampiaskan syahwatnya.
 
Rima menangis saat menyadari dirinya hanya mengenakan kain saja saat terbangun. Sejak itulah Rima merasakan rasa sakit pada perut dan alat vitalnya. Kosim yang ingin mengulangi perbuatannya sebagai seorang suami, tak tega pada sakitnya Rima. Rima pun dipulangkan ke rumah orangtuanya karena Kosim merasa seringkali tak bisa memuaskan nafsunya.
 
Rima kini kembali ke pangkuan ibu dan bapaknya. Namun sesekali Rima masih kerap merasakan sakit di bagian bawah perutnya. Setelah diobati, perlahan-lahan Rima sembuh. Akan tetapi Rima tak mau kembali kepada juragan Kosim. Juragan akhirnya menyerah, dan memaklumi keinginan Rima yang tak ingin bersamanya.
 
Juragan Kosim pun menceraikan Rima. Bu Amir tentu senang. Pak Amir juga tak kalah senang, karena Rima mendapatkan uang gono gini yang tak sedikit. Tetapi apalah arti materi yang berlimpah bagi Rima, karena yang ia rasakan tentu lebih sakit dibanding kebahagiaan yang direguk ayahnya.
 
Rima pun diizinkan kembali ke sekolah. Namun suatu ketika, Rima mengalami mual-mual. Ayah dan ibunya mengira Rima masuk angin. Dan setelah dikeroki (dengan uang logam), Rima kembali sehat dan bisa sekolah. Akan tetapi dikemudian hari Rima kembali mual-mual. Rima dibawa ke dokter. Setelah diperiksa, Rima dipastikan positif hamil. Rima sendiri tak diperbolehkan tahu apa yang terjadi menimpanya. Pak Amir dan Bu Amir sangat sedih.
 
Rima yang merasa dirinya baik-baik saja tetap bertekad ke sekolah. Bu Amir membuatkan pakaian yang bisa memungkinkan Rima tetap sekolah. Semua murid termasuk guru-guru tak ada yang merasa ganjil dengan perubahan Rima.
 
Pak Amir dan Bu Amir berkonsultasi kepada keluarga. Ada yang mengusulkan agar kandungan Rima digugurkan. Mereka sepakat. Tetapi bagaimana cara membicarakannya dengan Rima?? Rima sendiri tak mau dibawa ke dokter, karena dia merasa baik-baik saja. Rima sempat kabur dari rumah karena keluarganya tetap bersikeras mengajak Rima ke dokter.
 
Ayah dan Ibu Rima hampir kehilangan akal saat tak berhasil menemukan Rima. Rima ternyata menginap di rumah salah seorang temannya, YOLA. Yola anak tunggal dari kedua orangtua yang sibuk namun hidup berkecukupan. Saat Rima mencoba mengenakan salah satu baju Yola, keduanya bingung karena perut Rima yang besar. Yola yang tidak tahu kalau Rima hamil mentertawakan Rima yang disangka tak mau diet.
 
Tidak hanya Yola, kedua orangtua Yola pun senang atas kehadiran Rima. Karena Yola bisa punya teman curhat. Dan ketika kedua orangtua Yola bertugas ke luar negeri, Yola tak mau ikut. Rima pun diminta menemani Yola.
 
Sementara itu, setelah mencari kesana ke mari, Pak Amir dan Bu Amir menemukan Rima. Rima diminta pulang, tetapi ia tak mau. Yola pun merengek kepada Pak dan Bu Amir, bahwa Rima akan baik-baik saja bersama Yola. Pak Amir dan Bu Amir kebingungan.
 
Kehamilan Rima semakin besar dan sampai pada usia sembilan bulan. Tetapi karena fisik dan porsi tubuh Rima yang mungil, memang tak seperti orang hamil tua. Rima pun masih tetap sekolah, tentu dengan rancangan gaun yang dibuat Yola.
 
Suatu malam, saat Yola dan Rima curhat di kamar, Rima merasakan sesuatu menekan-nekan di bawah perutnya. Darah pun mengalir hingga ke mata kaki Rima. Yola segera memanggil dokter keluarga.
 
Dokter bingung. Dokter lalu menghubungi dokter lainnya, yakni dokter kandungan. Yola tentu saja bingung. Sedangkan Rima sudah tak sadarkan diri. Rima dibawa ke rumah sakit karena pendarahan. Pak Amir dan Bu Amir datang menjenguk.
 
Dengan susah payah, akhirnya anak Rima lahir dengan selamat. Rima sendiri pingsan melihat seonggok daging bernama manusia keluar dari dalam perutnya. Yola tak percaya bila Rima melahirkan...***
 

Pemain

Ranti Maria, Hendra Cipta, Ridwan Permana, Enjel, Rensy Milano

Wallpaper

Jadwal Tayang

MingguSeninSelasaRabuKamisJumatSabtu
- - - 24 Desember 2008
21:00 - 23:00
- - -


© Copyright 2008 - PT. Lunar Jaya Film