|
Bayu dan Wulan menyambut bahagia kelahiran buah hati mereka yang ternyata kembar dan memiliki tanda lahir yang sama. Tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena Nawang yang tak lain kakaknya Wulan, muncul. Nawang yang selama ini memang sangat mencintai Bayu, menyimpan cemburu yang dahsyat pada adiknya itu. Nawang lalu berusaha merampas bayi kembar Wulan. Bayu dan Wulan tentu saja ngotot mempertahankan bayi mereka. Akhirnya terjadilah perkelahian sengit Wulan dan Nawang. Nawang dan Wulan memang memiliki kesaktian, akan tetapi kesaktian Wulan masih jauh di kakaknya itu. Pernikahan Wulan dengan Bayu tetap memperoleh restu dari orang tua mereka, sebab orangtua mereka tidak begitu mengetahui masalah anaknya. Karena kesaktiannya yang kalah oleh kesaktian NAwang, akibatnya Wulan tidak bisa berbuat banyak. Wulan kalah dan kemudian disihir jadi burung merpati putih. Sementara Bayu disihir jadi seekor harimau.
Nawang menyampaikan, bahwa sihirnya itu hanya bisa hilang dengan Mawar Emas, dan bila selama 12 tahun tidak dicarikan obatnya itu, maka sihir itu akan melekat selamanya. Dan tanda-tanda mendekati 12 tahun itu adalah bulu di leher Merpati dan harimau akan rontok semuanya. Merpati dan Harimau langsung kabur, mereka ingin segera mencari Mawar Emas itu. Namun Harimau dan Merpati kemudian terpisah karena Merpati dikejar seekor gagak.
Nawang lalu pergi ke tengah hutan, sambil membawa bayi kembar Bayu dan Wulan untuk dibuang ke dalam jurang. Tapi di tengah perjalanan dicegat 3 kawanan penyamun terkenal yang sakti dan masing-masing memiliki keahlian istimewa. 3 Penyamun yang mengira bungkusan bayi adalah bungkusan berisi harta akhirnya berkelahi dengan Nawang. Mereka berhasil merebut bungkusan yang berisi salah satu dari bayi kembar. Nawang berusaha merebut kembali bayi tersebut, tapi 3 Penyamun yang memang terkenal licik keburu kabur. Nawang kesal dan akhirnya mengurungkan niatnya membuang bayi ke jurang. Nawang punya rencana lain. Ia akan merawat bayi dan akan memberinya ilmu kesaktian. Nawang berharap suatu saat nanti, setelah si bayi tumbuh besar akan di suruh untuk mencari saudara kembarnya dan ditantangnya berduel sampai mati. Dengan begitu dendamnya terhadap Wulan dan Bayu akan terpuaskan karena anak Wulan dan Bayu mati karena saling membunuh satu sama lain.
Selang 12 tahun kemudian…
Bayi kembar pertama yang diasuh oleh Nawang tumbuh menjadi bocah perkasa yang memiliki ilmu kesaktian tinggi mewarisi ilmu Nawang. Bocah tersebut bernama Teja. Nawang yakin, bahwa Teja pasti akan berhasil menuntaskan dendamnya terhadap Wulan dan Bayu. Sementara di dalam hutan, bocah kembar yang kedua juga tumbuh menjadi bocah yang kuat dan lincah di bawah asuhan 3 penyamun dan diberi nama Seta. Seta mendapat 3 ilmu kesaktian dari 3 penyamun, yaitu ; ilmu racun – yang ia dapatkan dari Si Dewi Racun. Ilmu lari cepat dari Seribu Bayang. Ilmu tangan besi, dari Si Tangan Besi. Meski diajarkan jahat, tapi Seta memiliki dasar hati yang baik. Dia orangnya tidak tegaan. Suatu ketika, Seta diajak merampok. Namun ketika Seta melihat pamannya menghajar orang yang dirampok, Seta tidak tega. Seta lalu melarang bibi dan paman-pamannya itu. Tapi sang bibi dan paman marah. Mereka lalu hendak menghajar Seta. Beruntung Seta saat itu memegang senjata bibi dan paman-pamannya tersebut. Seta menghancurkan senjata bibi dan paman-pamannya. Akibatnya kekuatan 3 penyamun jadi berkurang. Seta jadi dapat dengan mudah menghindari serangan 3 penyamun. Terlebih ketika orang-orang yang di rampok kemudian beramai-ramai membantu Seta. 3 penyamun jadi tidak berkutik. 3 penyamun kalah. Seta lalu meminta agar bibi dan paman-pamannya tersebut untuk tidak lagi merampok. 3 penyamun menurut dan akhirnya bertaubat.
Suatu hari Seta yang sedang berburu di hutan, Seta melihat seekor burung merpati putih yang sedang diserang gagak. Seta kaget karena burung tersebut bisa bicara dan berteriak minta tolong. Seta jadi kasihan dan menyelamatkan burung. Si burung berterimakasih dan bilang kalau ia sebenarnya adalah penjelmaan dari Wulan, seorang ibu malang yang kena kutukan. Suaminya disihir jadi harimau dan mereka terpisah, sementara kedua anak kembarnya tidak tahu entah kemana. Merpati Putih sudah hampir dua belas tahun mencari mawar emas untuk menghilangkan sihir, tetapi belum juga ketemu. Hanya mawar emas lah yang bisa menghilangkan sihirnyanya. Bila dalam 12 tahun tidak ditemukan Mawar Emas itu, maka ia akan selamanya jadi merpati. Dan ini adalah Sasi Rolas (jawa;Besar), bulan terakhir di tahun ke 12 semenjak ia disihir.
Seta jadi makin iba dan akhirnya berjanji akan menolong si Merpati Putih, menghilangkan sihirnya dan menemukan suami beserta anak-anaknya. Seta lalu membawa pulang merpati putih, sambil kemudian menanyakan letak tumbuhnya mawar emas pada bibi dan juga paman-pamannya. Disaat bersamaan si Merpati putih melihat selimut dan baju bayi ketika Seta di rampas Nawang. Merpati putih terkejut dan kemudian menanyakan perihal selimut dan baju bayi tersebut. 3 penyamun menceritakan semuanya. Merpati putih makin terkejut. Seta juga. Seta jadi semakin bertekad untuk menghilangkan sihir ibunya dan juga menemukan bapak dan juga saudara kembarnya. Setelah bibinya memberi tahu letak mawar emas, sebab mereka pernah mendengar tentang Mawar Emas itu. Seta kemudian bergegas mencari bunga mawar emas. Seta tidak menghiraukan imbauan bibinya yang mengatakan bila mawar emas dijaga seekor naga geni.
Seta terus mencari letak mawar emas. Di perjalanan ia bertanya pada seorang ibu dimana letak Gunung Kelud. Si ibu yang ternyata Nawang jadi kaget. Nawang lalu bertanya maksud dan tujuan Seta ke gunung kelud. Seta pun menceritakan maksud dan tujuannya. Nawang jadi makin kaget. Ia jadi teringat kembali sama dendamnya terhadap Wulan dan Bayu. Nawang pun berencana untuk menuntaskan dendamnya, dengan mengadu domba Teja dengan Seta.
Sesampainya di rumah, Nawang langsung memerintahkan Teja untuk memetik bunga mawar emas. Nawang mengatakan bahwa ia mendengar kalau Mawar Emas itu bisa dijual dengan harga yang mahal. Nawang mengancam bila Teja gagal mendapatkan mawar emas itu, maka Teja akan dipasung. Teja jadi ketakutan dan bertekad untuk mendapatkan mawar emas yang dimaksud Nawang. Teja pun langsung berangkat menuju ke puncak Gunung Kelud. Ketika sudah sampai di hutan, Seta melihat seekor harimau mau dipanah pemburu. Teja dengan iseng menangkap anak panah yang meluncur ke Harimau. Para pemburu marah, Teja malah meledek. Pemburu mengeroyok Teja, namun mereka semua berhasil dikalahkan Teja. Pemburu kabur.
Harimau merasa diselamatkan oleh Teja, dia lalu berterima kasih. Teja kaget Harimau bisa ngomong. Di saat bersamaan Harimau melihat tanda lahir Teja. Harimau juga kaget dan kemudian menanyakan asal-usul Teja. Teja pun menceritakan siapa dirinya. Harimau jadi makin kaget. Harimau yakin Teja adalah anak kandungnya. Harimau mau mengatakan tentang siapa dirinya. Tapi niat itu di batalkan, karena Harimau yakin Teja tidak mungkin mempercayainya. Untuk melepas rasa rindu terhadap salah satu anak kembarnya tersebut, Harimau lalu pura-pura mau menjadi pelayan Teja. Harimau besar kemudian berlari dengan sangat cepat membawa Teja mendaki gunung Kelud. Teja tidak menyampaikan maksud dan tujuannya ke Gunung Kelud. Saat sampai batas puncak dan lereng tengah, harimau tidak kuat untuk mencapai puncak, oleh Teja harimau disuruh kembali turun dan menemui dia di kampung beberapa hari lagi. Harimau bergegas pergi, sedang Teja melanjutkan ke Puncak Gunung Kelud dengan ilmu meringankan tubuh. Ketika turun gunung, bulu di leher harimau berjatuhan. Harimau yang tidak lain adalah jelmaan Bayu mulai panik, ini berarti mendekati bulan akhir tahun ke 12 ia terkena sihir kakak iparnya.
Di Puncak Gunung Kelud, Teja dan Seta yang sama-sama mau mendapatkan Mawar emas akhirnya bertemu. Keduanya saling bersaing untuk mendapatkan Mawar Emas di puncak Gunung Kelud yang dijaga oleh Naga Geni. Seekor Naga yang terkenal sangat sakti. Di tengah perjalanan, Teja dan Seta juga harus menghadapi berbagai rintangan. Antara lain mereka harus menyebarangi jembatan gantung, lumpur hisap, akar hidup, dsb.. Di sini Teja yang licik mengakali Seta. Ia beberapa kali mau mencelakai Seta. Seperti ketika di jembatan gantung, Teja lewat duluan, Seta di belakang. Ketika Teja sudah sampai, Teja dengan iseng menggoyang tali jembatan sehingga tali jembatan pun putus. Seta dengan susah payah menyelamatkan diri. Tapi Seta yang memiliki ilmu 3 penyamun berhasil melewatinya. Dan bahkan Seta malah beberapa kali menyelamatkan Teja.
Di sarang 3 penyamun, hari demi hari kian mendekati akhir Sasi Rolas, Biasanya akhir sasi Rolas, akan langsung diawali dengan tanggal satu Suro. Di kampung-kampung sudah mulai terlihat persiapan warga menyambut malam satu suro. Seiring dengan itu, bulu di leher Merpati Putih mulai rontok. Merpati Putih sedih sekali. 3 penyamun khawatir dengan kondisi merpati putih. Akhirnya dua penyamun menyusul Seta.
Rintangan demi rintangan terus datang menghampiri Teja dan Seta. Tapi keduanya berhasil melewatinya dengan kekuatan dan kecerdikan keduanya. Terakhir, Teja dan Seta harus berhadapan dengan Naga Geni. Masing-masing sempat kewalahan menghadapi kesaktian Naga Geni. Sadar kalau Naga Geni tidak bisa dilawan sendiri-sendiri Seta akhirnya menawarkan sebuah perjanjian kerjasama… Seta mengajak Teja untuk bersatu menghadapi Naga Geni. Setelah Seta menggunakan khasiat Mawar Emas, maka Seta akan mengembalikannya. Teja setuju…
Dengan kerjasama Teja dan Seta akhirnya berhasil mengalahkan Naga Geni. Setalah yang pertama kali memetik Mawar Emas. Seta lalu minta ijin pada Teja untuk menggunakan Mawar Emas lebih dulu. Seta janji, begitu selesai menggunakan khasiat Mawar Emas, ia akan langsung mengantarkan bunga tersebut pada Teja. Tetapi Teja yang licik tidak mau berbagi dan mencoba membawa Mawar Emas itu pulang. Seta mencegah Teja dan terjadi perkelahian seru antara Seta dan Teja. Seta terdesak, untunglah dua penyamun datang dan membantu Seta mengalahkan Teja. Teja berhasil dikalahkan oleh Seta. Seta kemudian membawa mawar emas ke tempat para penyamun. Teja yang pulang dengan tangan hampa dan luka-luka, dimarahi habis-habisan oleh Nawang. Teja pun akhirnya di pasung.
Seta langsung menggunakan khasiat Mawar Emas untuk menghilangkan kutukan Merpati Putih. Merpati Putih kembali berubah wujud menjadi Wulan. Seta lalu minta ijin pada Wulan dan 3 paman angkat dan bibinya untuk pergi ke tempat Teja, menyerahkan mawar emas pada Teja sesuai janjinya. Tapi sebelum pergi, Wulan meminta satu kelopak Mawar Emas untuk ia simpan sebagai obat bagi suaminya, bilamana ia nanti bertemu dengan harimau yang menjadi jelmaan suaminya.
Seta akhirnya sampai di tempat Teja. Nawang kaget melihat kehadiran anak yang pernah bertanya terhadapnya dimana letak gungung kelud. Nawang makin kaget lagi ketika melihat tanda lahir si anak yang sama persis dengan tanda lahir Teja. Nawang makin yakin, inilah kembaran Teja yang dicarinya. Nawang pun berniat mengadu domba Teja dan Seta dengan satu rencana keji.
Setelah Seta pergi Nawang sambil pura-pura terluka parah dan membebaskan Teja dari pasungan. Teja kaget lihat Nawang terluka. Nawang bilang bila dirinya terluka karena telah di aniaya orang yang membawa mawar emas. Nawang meminta Teja mengejar Seta. Teja jadi makin marah sama Seta dan kemudian bergegas mengejar Seta.
Teja akhirnya berhasil mengejar Seta dan langsung mengajak Seta bertarung. Seta kaget. Seta coba meminta penjelasan. Tapi Teja malah mulai melancarkan serangan. Seta tidak tinggal diam dan akhirnya membalas serangan Teja. Pertarungan sengit pun akhirnya terjadi. Nawang yang diam-diam ternyata membuntuti Teja jadi girang melihat Seta dan Teja bertarung sengit, karena rencananya buat mengadu domba anak kembar Bayu dan wulan tercapai sudah. Kali ini ia tinggal menunggu keduanya mati.
Sementara itu Wulan menunggu cemas Seta yang tak kunjung pulang. Wulan merasakan ada sesuatu yang ganjil. Wulan akhirnya pergi menyusul Seta. 3 penyamun kaget. Mereka pun bergegas menyusul Wulan.
Seta dan Teja terus bertarung sengit. Wulan muncul bersama 3 penyamun. Wulan lalu berusaha melerai pertarungan. Tapi Wulan terlambat. Teja dan Seta sama-sama mengeluarkan kekuatan mereka berupa pukulan naga. Tampak di belakang mereka bayangan naga yang menggambarkan kekuatan masing-masing.
Wulan mencari akal untuk melerai kedua anaknya itu. Di saat itulah, Harimau muncul untuk mencari Teja dalam keadaan bulu leher yang sudah hampir rontok semua. Wulan melihat harimau yang muncul itu. Harimau kaget melihat Wulan dan mengatakan kalau dia adalah Bayu. Wulan sangat haru. Wulan segera memberi kelopak Mawar Emas yang ia simpan pada Harimau. Maka dengan segera Harimau pun berubah menjadi Bayu. Bayu dan Wulan berpelukan. Nawang yang melihat itu menjadi geram sekali. Bayu dan Wulan segera teriak meminta Teja dan Seta berhenti bertikai. Teja dan Seta pun berhenti bertikai. Keduanya lalu menjelaskan duduk persoalan. Teja dan Seta tidak percaya, namun Wulan segera memberikan bukti-bukti. Teja dan Seta pun kemudian saling berpelukan. Teja dan Seta akan melakukan perhitungan dengan Nawang.
Nawang yang melihat keadaan berbalik jadi panik dan langsung kabur. Tetapi 3 penyamun menghadangnya dan kemudian memanggil Seta dan Teja. Seta dan Teja langsung melesat ke arah Nawang dan kemudian mulai membuat perhitungan. Pertarungan sengit pun tidak terhindarkan, ilmu kedigdayaan saling beradu. Selama pertarungan mereka, gunung banyak hancur, hutan banyak terbakar, air danau banyak yang mengering. Hingga akhinya, Teja dan Seta berhasil melumpuhkan Nawang. Nawang pun mengakui kesalahannya. Teja dan Seta lalu menghukum Nawang, membuangnya ke tengah hutan. Seta dan Teja Seta, Teja, Wulan dan Bayu akhirnya berkumpul kembali dan mereka pun hidup bahagia selamanya.
|