|
“SIRKUS KELILING BIKIN PUSING”
Di kampung Gatot Cs, datang tukang sirkus keliling (kecil-kecilan), dimana tukang sirkus keliling kecil-kecilan itu terdiri dari; badut yang ahli akrobat botol, orang jangkung yang jago akrobat api, si cebol yang pandai main sulap dan beberapa binatang yang di kerangkeng. Binatangnya ada macan, kuda, ular sanca besar dan beberapa ekor monyet yang pandai main akrobat. Pemilik sirkus itu bernama Ladidi (perempuan) dan punya seorang anak lelaki bernama Boni (11th). Nama sirkus kelilingnya adalah Sirkus Kelana. Dimana sebenarnya sirkus kelana sudah hampir bangkrut, sebab penghasilan mereka dari bermain sirkus keliling tidak kunjung mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari mereka. Ketika sampai di kampung Gatot Cs mereka berharap bisa mendapatkan penghasilan yang bisa menutupi kebangkrutan itu, sebab kampung Gendhingsari belum pernah didatangi dan penduduknya cukup berada.
Karena kedatangan Sirkus Kelana itu, kampung Gendhingsari jadi heboh. Udin Cs dan Gatot Cs tentu saja ingin sekali menonton, sebab baru kali ini kampung mereka kedatangan sirkus keliling. Mereka pun datang untuk nonton sirkus. Dimana pada saat yang sama, Rahwana juga ikut nyamar untuk nonton sirkus, karena Seta yang masih kecil merengek-rengek untuk nonton saat lihat ada badutnya. Saat si jangkung sedang akrobat api, Rahwana iseng menyemburkan angin kencang yang membuat si pemain akrobat jatuh. Akibatnya, api menjilat ke tenda Sirkus Kelana dan menyebabkan arena akrobat kacau balau. Penonton lari ke luar area dan karena khawatir terbakar. Boni dan Ladidi segera melepaskan hewan yang di kerangkeng, sebab khawatirnya malah ikut mati terbakar. Tapi di sini malah jadi masalah, hewan yang panik melihat api stressing dan jadi galak sehingga menyerang warga.
Warga membantu memadamkan api, namun tenda akrobat pun kemudian habis terbakar dan hewan berlarian tidak karuan. Gatot segera berubah jadi Gatotkaca dan menolong menjinakkan hewan-hewan itu. Hewan-hewan segera diikat oleh Gatotkaca sehingga suasana pun jadi tenang. Namun, Ladidi dan Boni jadi mengalami kerugian besar akibat hal itu. Bahkan warga banyak yang menuntut ganti rugi karena ada yang terluka akibat kepanikan warga dan hewan akibat api. Bahkan Udin dan Atun kena cakar macan dan monyet, sedangkan Kliwon kakinya keseleo. Merekalah yang kemudian menjadi provokator warga untuk menuntut Ladidi dan Boni. Ladidi dan Boni makin sedih saja, kini mereka benar-benar bangkrut. Gatot Cs yang melihat itu jadi iba sekali. Timbul niat mereka untuk menolong Ladidi dan Boni. Sedangkan Rahwana sendiri sebal karena Gatotkaca muncul dan menolong warga.
Gatot Cs menawarkan bantuan pada Ladidi dan Boni untuk kembali menampilkan aksinya si sirkus keliling, tapi bagaimana caranya? Sebab, bagaimana pun juga, Ladidi dan Boni harus membayar tuntutan ganti rugi mereka. Gatot lalu kepikiran manggil Gatotkaca. Asep Cs gak percaya, namun Gatot meyakinkan. Akhirnya Ladidi setuju, Boni sangat berterima kasih sekali pada Gatot. Boni jadi ikut main dengan Gatot Cs. Karena tidak ada tenda lagi, mereka lalu membuat semacam area sirkus dengan kondisi yang terbuka. Maka pengumuman pun dibuat, akan ada sirkus keliling bersama Gatotkaca. Kliwon, Marni, Udin dan Atun serta warga tidak ada yang percaya. Tapi mereka tetap penasaran sehingga pengen datang untuk menonton. Rahwana yang tahu pengumuman itu nampak geram, dia tidak sabar menanti kedatangan Gatotkaca. Rahwana mulai mencari cara untuk mengambil kekuatan Gatotkaca. Ketika sirkus dimulai, suasana sepi, penonton tidak banyak. Gatot Cs agak putus asa, bahkan Ladidi dan Boni berniat menutup acara itu sebab Gatotkaca tidak kunjung muncul. Gatot pun pamit untuk manggil Gatotkaca. Dan benar saja, setelah Gatot pergi, maka Gatotkaca pun muncul. Penonton bersorak, karena sorakan penonton itu, maka warga lain pun datang dan segera menonton. Jadi akhirnya banyaklah uang yang terkumpul, Ladidi dan Boni kembali semangat. Apalagi Gatotkaca melakukan berbagai atraksi menantang.
Rahwana sebal sekali. Selesai acara, Rahwana melihat Ladidi dan Boni berhasil mengumpulkan banyak uang. Ladidi dan Boni terima kasih pada Asep Cs dan Gatotkaca. Akhirnya Ladidi dan Boni bisa membayar sebagian tuntutan ganti rugi Kliwon, Marni dan Udin Cs. Sepeninggalan Gatot Cs, Rahwana punya ide untuk memaksa Gatotkaca keluar dan mencari taktik untuk mendapatkan kekuatan Gatotkaca. Rahwana lalu datang menemui Ladidi dan Boni. Rahwana menawarkan bantuan yang lebih hebat, dia akan bermain sirkus dengan bisa mengubah-ubah wajah. Bahkan kalau perlu, Rahwana akan menantang Gatotkaca. Pasti penonton banyak yang suka. Lebih suka daripada sekedar melihat Gatotkaca beraksi. Ladidi dan Boni menerima saja tawaran itu, maka mereka lalu segera menyebarkan pengumuman baru. Gatot Cs kaget mendengar pengumuman itu. Mereka pun kemudian datang untuk menonton aksi si pemain sirkus pendatang baru yang punya aksi seribu wajah.
Ketika menonton, benar saja, Rahwana bisa memainkan berbagai gimmick lucu dan berubah wajah. Gimmicknya berupa tubuhnya bisa memanjang, perutnya bisa membesar, lehernya bisa manjang ke atas, dll. Ganti kostum dan rupa jadi petani, jadi tukang masak, jadi lain-lain. Tentu saja hal ini membuat penonton tertawa. Rahwana lalu berkata, bahwa dia akan menantang Gatotkaca bertarung. Penonton makin bersorak. Gatot kaget. Setelah ditunggu dengan lama, tidak kunjung datang juga si Gatotkaca. Rahwana lalu menarik Ladidi, Ladidi digantungnya ke atas pohon. Rahwana menyulut api di tali yang mengikat Ladidi. Ladidi kaget, penonton juga panik. Boni teriak. Boni lagi-lagi ditangkap oleh Rahwana dan segera dimasukan ke dalam kerangkeng macan, Macannya sendiri lalu dikasih kekuatan sama Rahwana sehingga jadi galak. Macan mengaum mau menerkam Boni. Boni kaget, suasana makin heboh.
Gatot segera melesat keluar dan kemudian berubah jadi Gatotkaca. Gatotkaca segera melesat untuk menolong Boni dan Ladidi, tapi Rahwana segera menerjang. Penonton bersorak riuh, memberi aplaus. Seolah ini adalah bagian dari aksi sirkus, padahal bukan. Gatotkaca selalu diserang oleh Rahwana untuk menghalangi Gatotkaca menolong Boni dan Ladidi. Sedangkan Ladidi sendiri kian panik, sebab tali yang dimakan api perlahan akan putus. Sedangkan Boni, macan terus mendekat bahkan mulai menyerang, Boni menghindari serangan sebisa mungkin. Teman-teman sirkus yang mau menolong tidak bisa, karena tiap kali mau menolong Rahwana melontarkan api ke orang-orang tsb.
Akhirnya, dengan segala daya dan upaya, Gatotkaca berjuang melakukan penyelamatan. Saat pukulan Gatotkaca mengenai Rahwana, Gatotkaca segera melesat menyambar Ladidi, berbarengan dengan putusnya tali. Ladidi selamat, penonton bersorak dan melemparkan uang saweran. Tapi malang, Rahwana melepaskan pukulan yang membuat Gatotkaca jadi pincang kakinya. Asep Cs dengan senang mengumpulkan uang saweran. Tapi mesti agak pincang, Gatotkaca berusaha untuk kuat. Rahwana geram, dia lalu menyerang Gatotkaca yang baru saja menurunkan Ladidi. Gatotkaca mental. Boni teriak, macan mau menerkamnya, kaki Boni masuk ke salah satu sela kerangkeng sehingga Boni jatuh. Gatotkaca segera melesatkan sinar merah dari mata, mengenai macan. Macan langsung lunglai. Boni selamat, penonton kembali bersorak. Uang saweran makin banyak karena penonton merasa terhibur dengan aksi sirkus ini.
Gatotkaca kemudian mengeluarkan pamungkasnya, pukulan Brajamusti. Rahwana mental dan ambruk. Penonton bersorak, segera saja Rahwana melesat pergi dengan penuh geram. Penonton bersorak senang. Uang saweran nggak kira-kiranya banyaknya. Asep Cs lalu menyerahkan uang saweran itu pada Ladidi dan Boni, Ladidi dan Boni sangat haru sekali. Asep bilang, terima kasihlah pada Gatotkaca. Boni segera memeluk Gatotkaca. Ladidi mengatakan terima kasih pada Gatotkaca karena sudah membantunya memperoleh uang untuk menutupi kebangkrutan usahanya. Gatotkaca mengangguk dan melesat pergi. Esoknya, Ladidi dan Boni serta rombongan Sirkus Kelana pamit, melanjutkan pengembaraan mereka. Gatot Cs nampak memeluk Boni, haru. Boni berjanji, dia tidak akan pernah melupakan Gatot Cs. Saat itulah, Asep Cs melihat Gatot yang pincang, perasaan yang pincang kemarin Gatotkaca. Insert Rahwana, melihat Gatot jalan pincang, Rahwana curiga dengan Gatot.
|