search :

UCUP SANTRI SIMELEKETE

UCUP SANTRI SIMELEKETE

Suatu hari Ucup iseng ngumpetin sepatu yang ada di ruangan Pak Kyai Somad. Ucup lalu akan berpura-pura memberikan sepatu itu seolah-olah Ucup berbuat baik, Ucup berharap bisa dikeluarkan dari pesantren dengan kebaikannya itu.

               Tapi begitu Pak Kyai keluar, ternyata Pak Kyai memakai sandal jepit yang ada di depan ruangannya dan yang memakai sepatu adalah Pak Rahmat! Kontan saja Ucup yang berusaha kabur malah ketangkep basah dan kena omel Pak Rahmat. Ucup pun dihukum untuk lari keliling lapangan. Sayangnya sol sepatu Ucup lepas, Ucup diketawain sama Joni. Joni lalu pamer tentang sepatu barunya. Ucup kesal dan iseng mencoret-coret sepatunya Joni. Ternyata itu bukan sepatunya Joni, itu sepatu adiknya Pak Dadang yang Joni pinjam, jadilah Joni kena hukuman buat nyapu halaman.

Pak Rahmat memberikan Ucup sepatu baru, sepatunya bermerk terkenal dengan tali sepatu yang didesain khusus, tidak bisa pakai tali sepatu lain, bentuknya juga keren banget. Fikri saja sampai ngiler ngeliati sepatu kets Ucup. Pak Rahmat berpesan agar Ucup bersikap baik di pesantren. Pak Rahmat lalu pergi.
Ucup mulai pamer ke semua Penghuni pesantren. Tapi ngga boleh ada satu pun yang nyentuh. Ucup juga doyan lari pagi dan sengaja pamer di depan Joni. Joni jadi kesal dan bermaksud merusak sepatunya Ucup. Joni dan Juki lalu diam-diam masuk ke kamar Ucup, Lisa yang kebetulan lewat kaget dan mengira Joni dan Juki adalah maling. Baduy dan Ustadz Dadang langsung membekuk Joni dan Juki dengan karung goni. Tentu aja lagi-lagi Joni kena hokum. Joni ngga mau kalah dan minta dibelikan sepatu baru sama orang tuanya tapi ngga dikasih. Karena sudah sebal dengan sikap sombong Ucup, Joni merebut langsung sepatu itu dan menginjak-injaknya. Ucup kesal dan langsung menginjak kaki Joni. Ucup dan Joni pun bergulat di tengah lapangan.
Ustadzah Yayah dan Kyai somad datang. Ucup dan Joni dijewer lalu kena hokum disetrap di depan masjid tapi ternyata kaki Ucup keseleo gara-gara bergulat tadi. Kaki Ucup pun diperban dan tidak diperbolehkan buat jalan-jalan selama dua hari. Ucup kesal bukan main. Kyai Somad bilang, itu balasan dari Allah karena Ucup bersikap sombong memamerkan sepatu barunya. Tapi Ucup ngga betah di kamar, Kyai Somad pun menyuruh Baduy membuatkan kruk kayu untuk Ucup. Ucup berjalan-jalan dengan kruk kayu. Tapi Ucup keukeuh pakai sepatu sebelah saja dan masih tetap pamer.
Joni menyindir Ucup dan menyuruh Ucup buat menjual sepatu itu ke Joni. Ucup ogah. Joni tetap kepingin sama sepatu itu. Joni merayu Ucup dengan iming-iming uang banyak dan tukeran barang tapi Ucup tetep aja ngga mau. Joni kesal dan membuat lubang jebakan hingga Ucup terperosok, Ucup pun terperosok jatuh hingga tangan kanannya yang keseleo. Joni dan Juki semakin menertawakn Ucup, Ucup gondok setengah mati.
Bukan hanya Joni yang kesengsem sama sepatunya Ucup, si Baduy, Ustadzah Yayah, Mpok Ida dan Ustadz Dadang pun kepengen banget sama sepatu Ucup. Bisa buat keponakan atau dijual lagi dengan harga mahal. Semua menawarkan harga yang mahal-mahal sama Ucup. Tapi ucup tetap menolak dan malah tambah bersombong ria dengan sepatu barunya.
Ustadz Dadang mengadakan lomba lari, siapa yang jadi juara 1 akan dapat hadiah bingkisan menarik dari Ustadzah Yayah. Semua santri sibuk buat latihan lari. Ucup juga kepingin ikut tapi kakinya belum sembuh, karena sering diledek Joni, Ucup pun maksa dan jatuh berguling-guling. Joni lalu mengambil sepatu Ucup dengan alasan pinjam, Ucup ngga terima dan saling rebutan lagi dengan Joni. Ucup sampe guling-gulingan dan kepalanya nabrak pohon. Ucup nangis Bombay di masjid, kenapa, sih, gue sial banget! Ratap Ucup. Kyai Somad lalu meminta Ucup buat bertobat karena sudah bersikap sombong dan pamer. Kyai Somad juga menyuruh Ucup buat berdoa dan berjanji sama Allah untuk tidak sombong lagi.
Tapi Ucup malah bersumpah, kalau Allah memberikan Ucup kesembuhan, Ucup bersumpah akan menjual sepatu barunya lalu hasil penjualannya akan disumbangkan seluruhnya kepada pesantren. Kyai Somad terharu mendengarnya. Malamnya Ustadz Dadang mengurut kaki dan tangan Ucup kembali dengan ramuan-ramuan. Esoknya seluruh badan Ucup sudah sehat wal’afiat. Ucup bersyukur kepada Allah. Perlahan-lahan Ucup mulai latihan berlari. Esoknya Ucup sudah siap buat lomba lari. Saat lomba lari, tentu aja Joni berbuat curang sama Ucup. Sepatunya Ucup dibubuhi kerikil pasir hingga Ucup kesakitan tapi ternyata Ucup juga menjahili Joni, tali sepatunya Joni diilangin, jadinya Joni lari dengan sepatu kets tanpa sepatu. Tentu aja Joni dan Ucup sama-sama kalah dan yang menang adalah Fikri.
Kyai Somad lalu mengingatkan Ucup atas sumpahnya. Kyai Somad bilang, sumpah dengan Allah itu harus ditepati. Tidak menepati janji pada manusia aja dosa apalagi tidak menepati sumpah sama Allah, bisa kualat. Ucup ketakutan mendengar hal itu, Ucup mulai menjual sepatunya ke semua orang. Banyak yang mau membeli dan menawar dengan harga ratusan ribu rupiah. Ucup menelan ludah, pikirnya, kalau sepatu ini laku lima ratus ribu, sayang banget kalau semuanya disedekahin ke pesantren.
Ucup lalu berpikir licik. Sepatunya ia jual dengan harga super murah, hanya seratus perak dan hanya akan terjual pada orang yang paling pertama datang ke kamar Ucup di waktu shubuh. Semua yang minat beli sepatu Ucup langsung berebutan ke kamar Ucup dan saling dorong. Santri dengan Ustadz juga saling rebut.
Kyai Somad menenangkan dan menyuruh ustadz Dadang dan Baduy buat menyingkir. Biar sepatunya dijual pada para santri saja. Akhirnya yang berhasil duluan beli adalah Joni karena Joni diam-diam udah nginep di kolong kasurnya Ucup. Joni girang sekali mendapatkan sepatu merek terkenal dengan harga 100 perak saja.
Paginya saat Joni mau memakai sepatu kets itu, Joni kebingungan mencari tali sepatunya. Dicari di dalam sepatu ngga ada, di kotak sepatu ngga ada. Joni lalu protes pada Ucup. Kebetulan saat protes sedang ada Kyai Somad dan seluruh Ustadz-Ustadzah. Ucup bilang, sepatunya emang seharga 100 perak tapi tali sepatu itu unik dan ngga bisa pake tali sepatu lain makanye Ucup menjual tali sepatu itu seharga 500 ribu rupiah, jelas aja Joni sewot. Terus Kyai Somad nanya tentang sumbangan hasil penjualan sepatu. Ucup hanya memberikan seratus perak saja buat sumbangan ke pesantren. Kyai Somad geleng-geleng kepala. Ucup lalu kabur dikejar sama Joni. ***
 
 
 

Pemain

Arsenna, Teddy Syach, Rheina Ipeh, Edies Adelia, Dery Drajat

Wallpaper

Jadwal Tayang

MingguSeninSelasaRabuKamisJumatSabtu
17:30 - 18:30 17:30 - 18:30 17:30 - 18:30 17:30 - 18:30 17:30 - 18:30 17:30 - 18:30 17:30 - 18:30


© Copyright 2008 - PT. Lunar Jaya Film