Rina (12 tahun), hidup dalam kemiskinan. Ibunya bernama Lasmi (35 th) menopang kebutuhan Rina dengan menjadi buruh tani di sawah milik Juragan Darno (50 th). Rani sering menanyakan pada Lasmi, ke mana sebenarnya ayahnya. Lasmi cerita, bahwa ayah Rani pergi jauh untuk bekerja. Rani percaya saja dengan cerita ibunya itu. Padahal sebenarnya, Lasmi hanya menutupi aib suaminya. Randu (40 th), suami Lasmi sebenarnya adalah pencuri. Lasmi dulu dijodohkan dengan diam-diam oleh bapak dan ibunya dengan Randu. Sehingga ia tidak bisa menolak Randu. Makanya, Lasmi pergi dari kampungnya, agar tidak malu karena sudah menikah dengan pencuri. Randu sendiri, kalau malam suka datang ke rumah Lasmi, tanpa sepengetahuan Rina. Saat Randu datang, Rani sedang tidur. Dan begitu dari Rina kecil hingga sekarang. Ketika Rina bangun, Randu segera kabur. Rina tidak tahu, bahwa dia sendiri sering dicium bapaknya. Rina ingin sekali ketemu dengan bapaknya, bagaimana pun juga keadaan bapaknya. Lasmi sedih mendengar itu.
Lasmi sendiri selalu dibawakan uang oleh Randu, tapi Lasmi tidak mau menggunakan uang dari Randu, karena takut dosa. Sebab, Lasmi tahu itu adalah hasil curian. Makanya Lasmi tidak mau member makan Rina dari uang itu. Untuk makan dirinya dan Rina, Lasmi dapat dari ia buruh tani. Suatu ketika, Randu tertangkap mencuri di rumah Juragan Darno. Maka Randu pun segera digelandang ke tengah kampung. Rina melihat Randu dipukuli warga sampai babak belur. Rina bilang, kasihan dia. Winda (12 th) teman Rina bilang, biarkan saja, itu hukuman buat pencuri. Randu melihat Rina, Randu mau teriak. Tapi warga segera memukulnya hingga pingsan. Rina tidak tahu, bahwa yang dihajar warga itu adalah bapaknya.
Sesampainya di rumah, Rina cerita pada Lasmi, bahwa ada pencuri tertangkap di rumah Juragan Darno. Lasmi kaget, dia menanykan cirri-ciri pencuri. Rina menjelaskannya cirri-cirinya. Lasmi langsung syok, dia segera lari ke tengah kampung. Rina heran, dia segera lari mengikuti Lasmi. Sesampainya di tengah kampung, Lasmi melihat Randu sedang dicambuki oleh anak buah Juragan Darno. Lasmi menjerit. Rina bingung, kenapa ibunya menangis melihat pencuri itu…?? Lasmi dengan berat bilang, bahwa itu adalah bapaknya. Rina tidak percaya. Rina segera lari mendekati Randu. Juragan Darno dan anak buahnya heran. Mereka menghentikan hukuman cambuknya. Rina bertanya pada Randu, benarkah ia bapaknya..?? Randu yang penuh luka mengangguk. Rina bagai disambar petir di siang bolong. Rina diam sejenak, tapi segera memeluk Randu. Rina dan Randu menangis.
Rina kemudian memohon pada Juragan Darno, agar Randu dibebaskan saja dan diampuni. Tapi Juragan Darno menolak. Randu harus tetap dihukum. Rina memohon dengan sangat, karena dia sangat rindu sekali dengan sosok bapaknya. Randu tersentuh sekali. Juragan Darno berpikir sejenak, akhirnya dia mau mengampuni Randu. Tapi dengan syarat, Rina harus mengantarkan perhiasannya ke Raja Indragiri yang berada di istana sebuah lembah Kahuripan. Perhiasan itu semuanya ada di Kereta Kencana. Rina mesti mengantarkannya dengan Kereta Kencana itu. Randu melarang Rina, karena Randu tahu, bahwa perjalanan menuju ke Lembah Kahuripan sangat jauh dan penuh marabahaya. Perjalanan ke Lembah Kahuripan mesti melewati sungai, gunung, hutan larangan, sarang perompak, kumpulan binatang buas, dan jebakan-jebakan yang mematikan. Makanya, tidak ada satu pun pengawal yang berani mengantarnya.
Rina bimbang, Juragan Darno mengatakan, kalau Rina tidak mau mengantarkannya, maka Randu bapaknya akan dihukum mati olehnya. Rina akhirnya setuju dengan syarat itu. Juragan Darno sangat terkesan dengan keberanian Rina. Randu menangis, menyesali perbuatannya. Lasmi memeluk Rina. Rina mengatakan, bahwa dia harus lakukan itu, ia sangat menginginkan seorang bapak, meski pun kini ia tahu, bahwa bapaknya adalah pencuri. Lasmi haru sekali. Maka Kereta Kencana pun disiapkan. Kereta Kencana berwarna emas dengan ornament merah menyala. Ditarik oleh seekor kuda putih yang sangat gagah. Randu dijadikan jaminan. Kalau nanti Rina bisa selamat mengantarkan perhiasan itu sampai ke Raja Indragiri di Lembah Kahuripan, maka Randu akan dibebaskan.
Rina pamit pada bapaknya. Rina pun segera menaiki Kereta Kencana itu, Randu menitikan airmata. Dalam hatinya, dia berjanji tidak akan mencuri lagi. Sedangkan Lasmi menangis berurai airmata. Rina segera berangkat. Maka, dimulailah petualangan Rina. Belum jauh dari kampungnya, Rina melihat seorang nenek jatuh ketika membawa air. Rina buru-buru menghentikan Kereta Kencananya. Rina kemudian menolong si nenek. Rina kemudian menawarkan diri untuk membantu si nenek mengantarkan air itu ke rumahnya. Si nenek berterima kasih sekali. Sesampai di rumah nenek, Rina pamit. Si nenek lalu memberikan sebuah selendang pada Rina. Rina menolak, tapi si nenek memaksa. Maka Rina pun menerimanya. Rina mengikatkan selendang itu di pinggangnya.
Ketika malam tiba, Rina berhenti dan membawa kudanya istirahat di bawah pohon untuk bermalam. Rina menyalakan api. Saat sedang duduk, ada suara lelaki terdengar. Rina bingung, ternyata Kuda Putih yang bicara. Kuda Putih bilang, dia sangat terkesan dengan keberanian Rina. Kuda Putih janji akan selalu bersama Rina. Kuda Putih bilang, bahwa sebenarnya dia bisa terbang. Tapi syaratnya, dia mesti bertemu dulu dengan Raja Indragiri dan memakan rumput Kahuripan. Rina dan Kuda Putih penarik Kereta Kencana bersahabat.
Terliaht ada asap tipis menuju ke Rina. Rina seketika tertidur. Rina tidak tahu, bahwa ada beberapa pasang mata mengintai dirinya. Kuda Putih pun jadi ikut tertidur. Saat Rina sudah pulas, mereka keluar dari persembunyian. Asap tipis itu ternyata obat untuk menidurkan orang. Ternyata, yang muncul adalah para perompak. Para perompak itu sangat senang, karena mereka bisa membawa Kereta Kencana beserta isinya. Kereta Kencana pun segera ditarik oleh kuda yang mereka bawa.
Ketika pagi datang, Rina bangun dan sangat terkejut saat melihat Kereta Kencana sudah tidak ada. Kuda Putih yang pulas dibangunkan oleh Rina. Kuda Putih dan Rina panic. Namun Kuda Putih segera melihat arah jejak Kereta Kencana, Kuda Putih menyuruh Rina naik ke punggungnya. Rina segera naik. Kuda Putih melesat mengikuti jejak Kereta Kencana. Namun, mereka bertemu banyak iguana. Kuda pUtih menendang iguana-iguana tersebut hingga mental jauh. Tapi, kemudian mereka malah kejeblos jebakan. Maka Kuda Putih dan Rina pun terperosok. Lubangnya cukup dalam. Kuda Putih tidak bisa melompar. Dari sudut lubang, muncul Kalajengking yang cukup besar. Rina panic. Kuda Putih ketakutan. Rina kemudian ingat selendang yang ada di pinggangnya, Rina melepaskan selendang itu dan segera mengibaskan ke Kalajengking. Tanpa dinyana, selendang itu melesatkan cahaya merah dan mengenai Kalajengking. Bluarr. Kalajengking mati. Rina dan Kuda Putih kaget. Berarti itu bukan selendang sembarangan.
Maka, Rina kemudian mencoba melemparkan ujung selendangnya ke atas lubang. Selendang memanjang, ujung kemudian mengikat sendiri ke sebuah pohon. Maka, dengan mudah Rina segera memanjat dinding lubang dengan selendang itu. Sesampai di atas, Rina menjatuhkan beberapa batu besar ke dalam lubang. Setelah banyak, maka batu-batu itulah yang menjadi jalan untuk Kuda Putih naik. Mereka bebas. Kuda Putih dan Rina segera mengejar lagi jejak Kereta Kencana. Mereka pun sampai di hutan. Baru saja beberapa langkah, puluhan anak panah melesat menyerang Rina. Rina segera mengibaskan selendangnya. Anak panah semua terpental. Tapi begitu selesai, Rina dan Kuda Putih harus berhadapan dengan banyak babi hutan. Tapi, dengan selendang ajaib, semua babi hutan mudah sekali untuk dihempaskan.
Selanjutnya, muncul beberapa perompak menghadang Rina. Rina akan ditangkap, namun Rina segera melawan dengan kibasan selendangnya. Para perompak pun dihajar oleh selendang sakti Rina. Para perompak terpental. Rina kemudian memaksa salah seorang perompak untuk menunjukan dimana Kereta Kencana disembunyikan. Perompak diancam, kalau tidak memberitahu, maka akan diinjak oleh Kuda Putih. Perompak ketakutan. Perompak bilang, ada di dalam gua yang tertutup batu.
Rina dan Kuda Putih segera menuju ke Gua tertutup batu. Rina ingin masuk ke dalam Gua, tapi bingung. Kuda Putih menyuruh Rina untuk memukulkan selendangnya ke batu. Rina segera mengibaskan selendang ke batu, batu hancur lebur. Pintu gua terlihat. Rina dan Kuda putih masuk. Namun baru akan masuk, ada batu batu besar terbang menyerang mereka. Dengan lincah, Rina mengibaskan selendangnya. Batu-batu hancur lebur. Mereka masuk. Ternyata, yang melempar adalah Gembong Perompak. Gembong Perompak marah. Dia berhasil menerkam Rina dan mengambil selendang ajaib. Kuda Putih pun dihajar sampai mental. Gembong Perompak senang mendapatkan selendang ajaib dan mencoba menghajar bebatuan di luar goa. Sayangnya karena gembiranya, Gembong Perompak membuat selendang jadi robek terkena pedangnya sendiri. Tapi, dia tidak peduli.
Karena melihat Kuda Putih, Rina pun menawarkan diri membuat makanan. Yang akhirnya membuat semua perompak tidur. Ketika Rina ingin mengambil selendang, ternyata selendang itu dipeluk Gembong Perompak. Tapi, dengan bantuan Kuda Putih, Rina bisa mendapatkan kembali selendangnya dan pergi dengan kereta kencana.
Sesampai di sungai besar, Rina bingung bagaimana mereka harus menyebrangi sungai. Apalagi di sungai banyak sekali buaya yang ingin menerkam mereka. Setelah berdoa dan mengibaskan selendang, Rina melihat selendang itu menjadi jembatan. Namun, di perjalanan ternyata selendang itu perlahan robek dan membuat Rina teriak. Untungnya Kuda Putih lekas berlari dan meloncat ketika sedikit lagi sampai ke tepi sungai. Mereka melanjutkan perjalanan.
Rina dan Kuda Putih melewati sebuah daerah gersang bebatuan. Dimana, konon di sini orang tidak ada yang selamat, karena saat lewat, batu api dari puncak gunung akan meluncur deras. Benar saja, Rina dan Kuda Putih langsung dihujani dengan batu-batu api yang terlontar. Di kanan kiri mereka, banyak sekali tulang belulang manusia dan kuda. Rina segera mengibaskan selendangnya untuk menghancurkan batu-batu api itu. Kelabakan juga Rina. Namun akhirnya selendang itu bis dijadikan payung. Tapi, selendang itu akhirnya bolong dan terbakar.
Akhirnya, Rina pun sampai di Lembah Kahuripan. Kuda Putih makan rumput merah yang akan membuatnya mampu terbang. Makanya, Rina bersyukur karena mereka dapat mempercepat jalan mereka. Dan sesampainya di istana, Raja Indragiri menyambut Rina dengan senang. Rina pun kemudian segera menyerahkan Kereta Kencana beserta isinya pada Raja Indragiri. Raja Indragiri kemudian menyurati Juragan Darno dengan burung merpati karena telah menerima pesanannya. Sayangnya, ternyata pesanan itu yang ternyata adalah sebuah obat tidak ada. Padahal obat itu untuk anaknya yang sedang sakit keras. Raja Indragiri sedih karena obat yang lainnya hanya ada di Gunung Hitam yang dijaga ketat Kodok Raksasa. Rina menyanggupi ke tempat itu bersama Kuda Putih yang kini bisa terbang.
Sesampainya di Gunung Hitam, Rina dan Kuda Putih harus berhadapan dengan Kodok Raksasa yang selalu melilitkan lidah panjangnya. Namun, berkat kepintaran Rina, maka lidah panjang Kodok Raksasa bisa melilit pohon. Rina pun mengabil air suci sebagai obat untuk putri raja.
Rina memberikan air suci itu pada Raja Indragiri dan setelah mengetahui bahwa putri raja sembuh, Rina pamit pergi dan bertemu kedua orang tuanya yang sudah bebas. Tidak tahunya utusan Raja Indragiri menemui Rina dengan membawa emas banyak sebagai ucapan terima kasih. Rina dan kedua orang tuanya pun senang. Randu pun berjanji akan bekerja halal untuk keluarganya. ***
Pemain
Gessi Geliston, Donni, Abio Abie, Qamila, Arra Maudina, Novi Chandra