|
Jaka (10th)adalah anak yang nakal dan sering menganggu teman-temannya. Suatu hari Jaka disuruh Ibunya untuk pergi mencari kayu bakar, dengan kesal Jaka menuruti. Di tengah hutan Jaka dikejar-kejar oleh serigala jahat, Jaka berlari dan terus berlari menyelamatkan diri hingga ia jatuh ke jurang dan tercebur ke dalam sungai yang deras. Jaka mencoba berenang namun tak bisa, Jaka pun tenggelam dan terbawa arus ke tepi sungai. Di tepi sungai Jaka ditemukan oleh seorang bidadari yang sedang bermain air bersama keenam saudaranya. Bidadari itu bernama Sri Hijau (10th). Ia memakai selendang warna hijau, melihat Jaka terluka, Sri Hijau pun membelai Jaka dengan selendangnya. Ajaib, dalam sekejap luka di seluruh tubuh Jaka hilang dan Jaka pun sadar. Keenam saudaranya yang lain mencari Sri Hijau untuk pulang. Sayang seekor buaya datang dan hendak menerkam Sri Hijau, kali ini gantian Jaka yang menolong. Ia membawa Sri Hijau pergi ke hutan, ternyata buaya itu adalah buaya siluman yang bisa naik ke daratan. Selendang Sri Hijau terjatuh di hutan dan terbang entah kemana.
Di tengah hutan, mereka berhasil selamat dari buaya siluman. Sri Hijau menyalahkan Jaka karena telah membawanya ke tengah hutan. Jaka jadi marah, sudah ditolong malah tidak berterima kasih, Jaka pun pergi meninggalkan Sri Hijau tapi Sri Hijau ketakutan karena ada suara harimau. Karena hutan berbahaya, Jaka pun membawa Sri Hijau ke rumahnya. Keenam saudara Sri Hijau mencari Sri Hijau dengan terbang memakai selendang mereka yang berwarna-warni sesuai dengan nama mereka yaitu Sri Merah, Sri Kuning, Sri Jingga, Sri Nila, Sri Biru, dan Sri Ungu.
Sri Hijau meminta Jaka untuk membantunya menemukan selendang hijau agar ia bisa kembali ke kahyangan. Jaka menolak karena tidak mau Sri Hijau pulang ke kahyangan. Sri Hijau pandai membantu Ibunya, ia bisa membuat beras menjadi banyak, bisa membuat kayu bakar menjadi banyak sehingga Jaka tak perlu repot-repot lagi mencari kayu dan bisa santai. Saat Ibunya menyuruh Jaka mengisi air, Jaka kabur dan bermain di bukit. Di atas bukit, sebuah selendang melayang dan mengenai wajahnya. Selendang ajaib itu tanpa sengaja mengabulkan permintaan Jaka yang sedang lapar, selendang itu mengeluarkan banyak makanan. Jaka senang dan ternyata bisa terbang dengan selendang itu. Di angkasa ia bertemu dengan keenam saudara Sri Hijau.
Keenam Saudara Sri Hijau menuduh Jaka mencuri Selendang, apalagi Jaka enggan mengembalikan selendang ajaib itu dan malah menghajar keenam saudara Sri Hijau hingga babak belur dan terkapar di bumi.
Dengan selendang itu, Jaka jadi semakin semena-mena berbuat kenakalan. Ternyata selendang itu juga memberikan energy kepada para bidadari untuk terus hidup. Bila dalam waktu dua hari selendang itu tidak kembali maka bidadari akan lemas dan berubah menjadi batu Kristal berwarna hijau. Sri Hijau pun berubah menjadi batu Kristal, melihat batu Kristal itu Jaka berniat menjualnya di pasar tapi sang Ibu tidak mengizinkan karena itu adalah titisan bidadari. Diam-diam Jaka mengambil batu hijau itu dan mencurinya lalu menjualnya ke pasar.
Keenam saudara Sri Hijau melaporkan perlakuan Jaka kepada Ibunda mereka, Dewi Warna. Dewi warna pun marah dan turun ke bumi. Kristal hijau itu dibeli oleh seorang saudagar. Ketika saudagar itu sedang berjalan dengan rombongannya, saudagar itu dirampok dan tanpa sengaja Kristal hijau di tangan saudagar terjatuh ke sungai.
Dewi Warna menemui Jaka, ia tambah marah ketika mengetahui Kristal Hijau titisan Sri Hijau telah dijual. Dewi Warna lalu mengikat kepala Jaka dengan selendang hijau, selendang itu membuat kepala Jaka kesakitan. Dewi Warna menyuruh Jaka untuk mengambil kembali Kristal Hijau itu, selendang itu akan memperlihatkan Jaka dimana Kristal hijau berada. Dewi Warna memberikan batas waktu sampai besok pagi. Besok pagi, semua bidadari harus terbang ke kahyangan bila tidak maka para bidadari akan menjadi Kristal untuk selamanya.
Ternyata Kristal Hijau berada di kaki bukit yang penuh dengan serigala kelaparan. Dengan berat hati, Jaka datang ke sana, ia melewati padang batu yang tandus dan harus melawan serigala-serigala jahat. Beruntung di kala Jaka terdesak, keenam saudara Sri Hijau datang membantu. Setelah serigala pergi, bidadari kemudian pergi. Kristal Hijau pun berhasil ditemukan namun di tengah jalan Jaka bertemu dengan seorang pertapa sakti, pertapa itu meminta Kristal Hijau yang ada di tangan Jaka. Jaka menolak, pertapa Sakti mengatakan bahwa ia bisa melepaskan Jaka dari kutukan selendang hijau yang menyakitkan kepalanya dan akan memberikan Jaka emas. Selendang itu pun terlepas, Jaka menyerahkan Kristal hijau kepada pertapa dan mendapatkan banyak emas.
Malam harinya, terdengar suara tangisan yang memilukan, ternyata Kristal hijau hendak dimasukkan ke dalam rebusan ramuan awet muda milik pertapa tua. Keenam saudara Sri Hijau mendengar tangisan Sri Hijau dan menyelamatkan Kristal hijau dari pertapa tua. Dalam pertarungan dengan pertapa tua, Kristal hijau masuk ke dalam api dan hangus. Maka selamanya Kristal hijau tidak bisa menjadi bidadari kembali. Walaupun begitu, Jaka tetap mengambil kristal hijau itu dan membawanya pulang.
Dewi Warna yang mengetahui Kristal Hijau gosong sangat marah kepada Jaka. Jaka kemudian diubah menjadi batu. Ibunda Jaka memohon kepada Dewi Warna agar membebaskan Jaka. Keenam bidadari yang lain juga memohon kepada Dewi Warna agar Jaka dikembalikan seperti semula. Tetapi Dewi warna tidak mau mengembalikan Jaka seperti semula. Keenam bidadari sepakat untuk tidak mau kembali ke kahyangan jika Jaka tidak diubah menjadi manusia. Dewi Warna tidak peduli kemudian naik ke kahyangan.
Pagi hari telah tiba, semua tubuh para bidadari bersinar dan semua bidadari berubah menjadi kristal sesuai dengan warna selendang mereka. Ibunda Jaka sangat sedih melihat hal itu. Dewi Warna yang juga melihat hal itu dari kahyangan sangat menyesal. Dewi Warna kemudian meneteskan air mata yang berubah menjadi hujan lebat. Ibunda Jaka yang tidak tega melihat para bidadari menjadi kristal kemudian membawa kristal itu keluar. Ibunda Jaka ingin memberitahu Dewi Warna bahwa Dewi Warna sudah salah karena membiarkan keenam bidadari dan anaknya menjadi batu. Saat terkena air hujan, tiba-tiba batu-batu kristal itu bersinar. Batu kristal hijau juga ikut bersinar daan sinar-sinar dari batu-batu itu terang benderang hingga ke atas langit. Jaka yang sudah menjadi batu juga bersinar dan berubah kembali menjadi manusia. Selain itu, batu-batu kristal juga kembali menjadi bidadari termasuk batu hijau. Para bidadari sangat senang. Tetapi mereka bingung karena sekarang mereka tidak lagi punya selendang. Dewi Warna kemudian turun dan mengatakan kepada para bidadari agar mereka naik pelangi untuk menuju ke kahyangan. Jaka yang melihat itu sedih karena harus berpisah dengan para bidadari. Dewi Warna kemudian mengatakan jika Jaka ingin bertemu dengan Bidadari, datangilah pelangi karena bidadari akan turun saat ada pelangi. Jaka tersenyum. Sejak saat itu Jaka selalu menunggu pelangi setelah hujan turun untuk bertemu dengan bidadari. ***
|