 RAISA DAN DEWI PELINDUNG ANAKTersebutlah seorang penyihir jahat yang gemar menculik anak-anak kecil. Konon anak-anak kecil ia culik akan ia gemukan badannyadan akan ia bikin makanan semacam sup. Bidadari Pelindung Anak telah berkali-kali berusaha menangkap penyihir jahat itu tapi sayangnya penyihir jahat itu bisa berganti muka. Dia bisa menyamar menjadi siapa saja. Terakhir ketika Bidadari Pelindung Anak mencoba menangkap penyihir jahat, Penyihir jahat bisa meloloskan diri. Bukannya hanya meloloskan diri, si penyihir jahat pun mengatakan bahwa ia akan semakin merajalela mencari korban. Selanjutnya penyihir pun lenyap.
Sementara itu, Juragan Karpo memiliki 3 orang anak yang nakal, mereka adalah Lilo (12th), Lili (10th), Luki (9th). Lilo adalah anak yang pemberani tapi sangat bandel. Ibu mereka sudah meninggal. Sedangkan Lili banyak akal tapi sangat menjadikan Lilo idolanya. Dan terakhir Si Bungsu Luki penakut dan cengeng. Juragan Karpo memperkerjakan orang untuk menjadi pengasuh anaknya. Namun tidak satu pun yang betah, anak-anak Juragan Karpo dengan dipimpin oleh Lilo, selalu saja bikin ulah. Hingga suatu hari datang seorang inang pengasuh yang menawarkan diri untuk menjadi inang pengasuh anak-anak Juragan Karpo. Juragan Karpo semula tidak yakin, karena pengasuh itu berwajah seram. Tapi Juragan Karpo tak punya pilihan, tidak satu pun pengasuh anak yang mau mengasuh anaknya lagi meski dibayar mahal sekalipun.
... more>> |  AMIN DAN TEKA-TEKI BIOSKOP TUAAmin, Tari dan Deden, tinggal di sebuah kota kecil yang memiliki bioskop tua. Bentuknya sebagaimana gedung pertunjukan, namun sudah nampak tua dan tidak terawat. Bioskop tua itu kini jarang sekali ada yang menonton sebab warga sudah malas untuk menonton karena film yang diputar itu-itu saja. Di dalam bioskop hanya ada bangku-bangku tua panjang tempat duduk para penonton. Terakhir, bioskop itu sudah tidak lagi dikunjungi orang, bahkan beberapa orang tua pun melarang anaknya main ke sana.
Suatu ketika, saat pulang sekolah, Amin, Deden dan Tari lewat depan bioskop itu. Mereka lalu iseng masuk ke dalam bioskop tsb. Amin mengajak teman-temannya pulang saja karena Amin tidak merasa nyaman di dalam gedung itu, namun Deden malah mengajak Amin dan Tari masuk ke ruang pemutaran proyektor. Di alat pemutaran film, masih terpasang sebuah gulungan film. Deden yang usil malah menekan-nekan beberapa tombol alat, eh… filmnya nyala. Deden dan Tari bersorak senang. Amin mengatakan, mereka harus mematikan film itu karena nanti kalau yang punya datang bisa dimarahi. Deden malah mengajak Amin dan tari nonton. Amin akhirnya mengalah dan mengikuti kemauan sahabatnya. Mereka bertiga segera menonton. Di layar, nampak seorang Raja (yang nanti akan diketahui sebagai Raja Arwana) sedang duduk mengawasi para pekerja menambang emas. Raja Arwana itu nampak jahat sekali, di tangannya ada cambuk. Di dekat Raja itu ada seorang Putri yang selalu menunduk (nanti kita akan tahu namanya adalah Putri Sendu).
Ketika di layar Raja Arwana sedang marah dan menghukum seseorang, Deden nampak ikutan marah demi melihat adegan film itu. “Kejam sekali Raja itu!” kata Deden. Dengan sok jago dia mendekat ke layar dan bergaya lagaknya pahlawan membela rakyat, dia teriak-teriak melarang Raja Arwana untuk menghukum orang dengan sewenang-wenang. Amin bilang pada Deden, “biasa aja kan itu hanya film”. Namun anehnya, di layar Raja Arwana seperti menatap ke Deden. Raja Arwana menunjuk ke Deden yang berdiri di depan layar dan menyuruh pengawal untuk menangkapnya. Deden ketawa, dia mendekat ke layar dan memegang layar, “Nih tangkep!”. Tiba-tiba, Deden malah seperti ditarik ke dalam layar. Amin dan Tari ketawa, akting Deden boleh juga. Namun ketika separuh badan Deden seolah seperti masuk ke layar dan Deden teriak-teriak ketakutan, Amin dan Tari baru percaya bahwa Deden dalam masalah.
... more>> |  PETUALANGAN BERSAMA SUKU BIRUPenduduk kampung Heru ketakutan dengana adanya suku biru. Saat sedang menebang pohon di hutan, kaki Heru terkilir karena dikejar suku Biru. Suatu hari Kepala Kampung di mana HERU tinggal mengadakan rapat. Kepala Kampung mengatakan kalau suku berwarna biru itu merusak hutan, karena itu suku manusia biru harus di bujuk untuk meninggalkan hutan. Kepala kampung meminta ada warga yang mengajukan diri untuk sebagai sukarelawan untuk pergi ke suku manusia biru. Si sukarelawan harus menjadi bagian Suku Biru agar bisa di bujuk.
Tapi warga tak ada yang mau jadi sukarelawan, karena semua tahu bahwa suku manusia biru adalah mahkluk yang ganas dan kuat. Tapi mereka hidup mengasingkan diri tak mau bersentuhan dengan dunia modern. Semua diam sehingga Kepala Kampung marah. Tak di sangka HERU maju dan mengajukan diri. Bu Feti, Ibu Heru sangat kaget dan mencoba mencegah. Tapi Heru mengatakan keselamatan Hutan sangat penting. Apalagi Almarhum Bapak Heru adalah penjaga Hutan. Bapak Heru hilang di dalam hutan tanpa kabar, 3 tahun yang lalu. Akhirnya dengan berat hati Bu Feti mengijinkan.
HERU berangkat dengan di bekali berbagai peralatan. HERU berangkat dengan dieluk-elukan warga desa.
HERU berangkat dan sampai ke hutan yang tak terjamah. Saat itu seekor ular muncul dan Heru lari ketakutan dan tak sengaja terjerumus jurang. Heru terjatuh ke sebuah dunia aneh. Dan Heru terjatuh di atas seekor Harimau yang sedang mengancam RIMA. Heru memandang Rima yang berkulit biru belang-belang dan bertelinga seperti kuda. Rima berterimakasih karena Heru telah menyelamatkan nyawanya. Menurut tradisi Suku Biru, orang yang menyelamatkan anggota Suku Biru wajib di terima di kalangan Suku Biru. RIMA yang juga membenci manusia, terpaksa membawa Heru ke Sukunya. Ternyata RIMA adalah anak kepala Suku Biru. Di tengah warga suku biru Heru malah di usir, tapi Kepala Suku memberi kesempatan Heru untuk tinggal. Heru meminta ijin untuk menjadi anggota suku Biru. Rima di tunjuk untuk melatih Heru. Awalnya Rima keberatan tapi tak bisa menolak karena Heru telah menyelamatkan nyawanya. Dan Heru terbelalak kaget karena ayahnya yang telah lama hilang ternyata ada di antara warga suku biru. Ayah Heru telah menjadi anggota kehormatan Suku Biru tapi tidak di perbolehkan keluar dari wilayah Suku Biru.
... more>> |